oleh

Bupati Cantik Talaud Diberhentikan karena Undangan Trump

Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyuni Manalip akhirnya resmi diberhentikan dari jabatannya.

Hal tersebut dijelaskan dalam Surat Keputusan Mendagri tertanggal tanggal 5 Januari 2018 bernomor 131.71 – 17.

Alasan Manalip diberhentikan dari jabatannya tersebut, dikarenakan pergi ke luar negeri tanpa meminta izin dari Kementerian Dalam Negeri.

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo kepada media menjelaskan, tim Kemendagri sudah melakukan investigasi sebelum mengeluarkan keputusan tersebut.

“Ada dua laporan yang bersangkutan dua kali berkunjung ke luar negeri tanpa izin. Setelah dicek ke Pemprov Sulut dan Pemkab Talaud memang benar. Yang bersangkutan juga sudah mengakui pergi tanpa izin,” jelasnya.

Menurutnya, sesuai aturan Manalip akan dinonaktifkan selama tiga bulan ke depan. Hal itu diambil berdasarkan, Undang-undang 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Itu berarti, Manalip bisa aktif kembali sebagai Bupati tanggal 5 Aplril tahun 2018.

Menyikapi SK Mendagri tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara langsung mengeluarkan SK yang menyatakan mengangkat Wakil Bupati, Petrus Simon Tuange sebagai Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud.

Siapa Sri Manalip Bupati Cantik yang Diberhentikan? Ini Profilnya

SK tersebut diserahkan langsung wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandow didampingi Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Jemmy Kumendong, Jumat (13/1/2018).

Wakil Gubernur Sulut menyerahkan SK kepada pelaksana tugas Bupati Talaud
Wakil Gubernur Sulut menyerahkan SK kepada pelaksana tugas Bupati Talaud.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Seteven Kandow mengatakan hal tersebut kiranya bisa menjadi pelajaran bagi seluruh kepala daerah untuk menaati peraturan yang ada.

“Ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Mari kita selalu menghormati dan menjunjung norma dan regulasi yang ada. Semoga kasus ini menjadi yang pertama dan yang terakhir,” katanya.

Dia juga berharap Wakil Bupati yang kini ‘naik pangkat’ bisa menjalankan tugas dengan baik.

Sementara itu, Sri Wahyuni Manalip kepada sejumlah media dengan tegas menyatakan dirinya tidak melakukan pelanggaran berat.

Dijelaskan Manalip, kepergian dirinya ke Amerika Serikat adalah untuk memenuhi undangan Kementerian Luar Negeri  Pemerintahan Donald Trump. Menurutnya, kehadirannya di negeri Paman Sam tersebut murni untuk belajar demi kemajuan Kabupaten Kepulauan Talaud.

“Saya ke sana menggunakan paspor hijau, tidak menggunakan uang negara, dan tidak membawa staf. Saya ke sana untuk belajar,” jelasnya.

Dia juga mengaku belum menerima SK pemberhentiannya tersebut. Dia menduga hal tersebut ada kaitannya dengan pencalonannya periode kedua menggunakan jalur independen.

Diketahui, kasus ini bermula saat teguran dari Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey terhadap Bupati Talaud, Sri Wahyuni Manalip tanggal 31 Oktober 2017 silam.

Manalip diduga telah melanggar aturan dengan bepergian ke luar negeri tanpa izin gubernur dan Kementerian Dalam Negeri. Dari sebuah postingannya, diketahui Sri Wahyuni Manalip pergi untuk menghadiri International Visitor Leadership Program (IVLP).

Ini Foto-Foto Bupati Cantik Sri Wahyuni yang Bikin Meleleh

Hal tersebut kemudian diteruskan ke pihak Kemendagri. Pada bulan Desember silam, tim Kemendagri menindaklanjuti laporan Pemprov Sulut dengan menurunkan tim investigasi dan verifikasi terhadap dugaan pelanggaran tersebut.

Kesimpulan dari tim Kemendagri, Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Sri Wahyuni Manalip dinyatakan bersalah karena kunjungannya ke luar negeri tidak mempunyai izin atasannya.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed