oleh

Akhir Pekan, Polisi Temukan Dua Jasad Manusia

Pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menemukan dua jasad pada hari sabtu (6/1/2018) dan Minggu (7/1/2018) di dua tempat berbeda.

Lokasi penemuan pertama berada di Desa Suhuyon Kecamatan Toulaan Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara pada Sabtu, (6/1/2018).

Jasad yang ditemukan sudah dalam kondisi tulang belulang diperkirakan sudah meninggal lama sebelum ditemukan.

Kerangka manusia tersebut diketahui pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Jerry Mentang asal Desa Beringin Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan.

Kronologisnya, sekira pukul 15.30 Wita Jerry yang berada di lokasi perkebunan Desa Suyuhon melihat adanya kumpulan tulang belulang. Setelah mendekat ternyata itu mirip dengan kerangka manusia.

Kejadian ini langsung diteruskan kepada masyarakat sekitar, kemudian dilaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor Polsek Touluaan.

Polisi yang mendapati laporan langsung menerjunkan personil untuk penyelidikan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kepala Polsek Touluaan, Iptu Michael Kamagi kepada media mengatakan, pihaknya langsung melakukan evakuasi dibantu tim medis dan pemerintah setempat.

Dijelaskannya, setelah dilakukan investigasi dan identifikasi, diketahui tulang belulang tersebut adalah jasad warga Tambelang, Kecamatan Toulaan Selatan yang bernama Markus Sumolang (53 tahun).

“Dari identifikasi korban berhasil dikenali pihak keluarga dari pakaian yang masih tersisa di TKP,” katanya.

Menurut pihak keluarga, korban sudah menghilang lebih dari setahun tepatnya sejak bulan April 2016 silam.

“Korban diketahui terakhir meinggalkan rumah sejak April 2016. Kini jasad tersebut sudah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan,” tutupnya.

Sementara jasad kedua ditemukan di Kecamatan Lirung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Minggu (7/1/2018) pagi.

Akhir Pekan, Polisi Temukan Dua Jasad Manusia
Tampak polisi mengevakuasi jasad yang ditemukan. (foto: ist).

Jasad korban ditemukan mengapung di dermaga Pelabuhan Lirung, sekira pukul 07.30Wita.

Kapolsek Lirung, Ipda Tendena Bawowo kepada media menjelaskan, korban teridentifikasi bernama Hans Gendaren (88 tahun), warga Kelurahan Lirung.

Dijelaskannya, jasad tersebut pertama kali dilihat warga setempat Shierli Tinihada. Hal tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Lirung yang langsung datang ke Tempat Kejadian Perkara.

“Jasad dalam posisi tertelungkup sekitar 50 meter dari dermaga Lirung. Korban diduga terjatuh ke laut dan tak ada yang melihat. Setelah mengevakuasi jasad tersebut, korban bisa dikenali cucunya yang bernama Pendi Binilang,” katanya.

Tendena Bawowo melanjutkan, setelah dievakuasi jasad kemudian dibawa ke Puskesmas Lirung dan diteruskan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihak keluarga menambahkan, korban yang sudah lanjut usia memang memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan pikun.

Penulis: Kayla Carissa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed