oleh

Akhir Tahun, Alat Kontrasepsi Diserbu Kelompok ini

Penghujung tahun 2017 ini banyak sekali barang yang mengalami lonjakan permintaan.

Dari pantauan Manadopedia, jelang detik-detik pisah tahun, Kota Manado dipenuhi sejumlah pedagang. Penjual bunga, terompet dan kembang api membanjiri setiap sudut jalan protokol di Kota Manado.

Mulai dari sepanjang jalur Malalayang, Jalan Sam Ratulangi, Jalan Martadinata hingga di pasar-pasar. Masyarakat yang belanja keperluan menyongsong tahun baru meningkat drastis.

Namun ada hal yang mencengangkan ditemui redaksi manadopedia. Alat kontrasepsi pria, kondom juga laris manis diburu warga Manado menjelang malam tahun baru.

Yang bikin miris, mereka yang membeli alat kontrasepsi kondom mayoritas adalah pria kelompok usia Remaja dan Pelajar.

Seperti yang diungkapkan pemilik pemilik apotek dan toko obat yang ditemui manadopedia di seputaran Malayayang, mereka menuturkan penjualan kontrasepsi kondom meningkat tajam hingga 200 persen.

”Memang kondom yang paling banyak laku, dan rata-rata orang membeli kondom adalah usia remaja dan pemuda,” kata Masye penjaga sebuah Apotek di Malalayang.

Menurutnya, hal ini memang terjadi setiap ada hari libur panjang, apalagi menjelang tahun baru.

“Memang setiap menjelang pergantian tahun, toko-toko obat dan apotek menyediaan kondom dengan jumlah banyak dari biasanya, karena dipastikan akan laku,” katanya.

Lanjut dia, penjualan alat kontrasepsi kondom tahun ini lebih banyak dari tahun lalu, cuma memang sangat disayangkan bahwa pembeli didominasi oleh kaum muda dengan usia pelajar.

“Malahan tidak sedikit cewek yang datang membeli kondom” tambah Sarah, penjaga Apotek lain.

Pengasuh Sanggar Simphony, Ami Kangiden Haji Ali sangat menyayangkan fenomena yang sering terjadi jelang tahun baru ini. Dia menyayangkan pemilik Apotek yang menerima pembelian dari anak di usia belia.

“Para pemilik apotek dan toko obat harusnya menyeleksi pembeli apalagi jika berhubungan dengan alat kontrasepsi. Itu harus selektif, apalagi yang beli adalaha anak usia pelajar,” ujar pendidik agama usia dini ini.

Menurutnya, ada aturan yang mengatur terkait dengan penjualan alat kontrasepsi, apalagi dijual sembarangan. Itu bisa dikenakann pasal 534 KUHP yang berujung dengan pidana.

Ditambahkannya, fenomena ini sudah saatnya diseriusi, karena ini menandakan adanya pergeseran nilai moral para remaja yang harus sesegera mungkin disikapi secara serius.

”Hal ini menandakan bahwa telah terjadi degradasi moral yang bisa mengancam kehidupan para remaja di masa yang akan datang,” katanya.

Penulis : Fathur Ridho

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed