oleh

Batistuta, Pemain Nomor 9 Paling Ditakuti Kiper

Striker ini sangat ditakuti para bek lawan, karena tendangangannya yang sangat keras dipadu dengan akurasi sempurna. Bukan hanya itu saja, badannya yang kokoh dan sundulannya yang tajam membuatnya akrab dengan gol. Wajar saja publik memberi julukan kepadanya Batigol.

Dialah Gabriel Omar Batistuta, pesepakbola asal Argentina yang yang begitu setia dengan klub Fiorentina. Bersama Fransesco Toldo dan Rui Costa ketiganya menjadi ikon Fiorentina di era 90-an. Dia begitu begitu dicintai publik Firenze karena jaminan gol dan kesetiaannya. Bahkan saat Fiorentina terdegradasi ke Seri B, dia tetap setia bermain untuk Fiorentina dan kembali membawa Fiorentina ke liga Seri A.

Sayang, meski sangat ditakuti para bek lawan, kekuatan Fiorentina waktu itu tak cukup bersaing dengan para macan Seri A seperti Juventus, AC Milan, Lazio, Parma dan Inter Milan. Pada musim 1998/1999, Fiorentina berbenah untuk coba mematahkan dominasi klub-klub tersebut. Didatangkanlah Edmundo striker asal Brazil untuk menjadi tandem Gabriel Batistuta. Ditopang playmaker asal Portugal, Rui Costa serangan Fiorentina makin ditakuti. Apalagi di lini belakang ada Moreno Torricelli dan Thomas Repka.

Hasilnya, tim yang waktu itu diasuh Giovani Trapatonni menjadi pemuncak klasemen. Batitusta makin menjadi menjadi dengan gol-golnya. Tak terhitung gol super aneh dari sudut sempit yang ditorehkannya. Fiorentina bahkan selalu memenangi 12 laga kandangnya dan menjadi juara paruh musim. Namun pada pekan ke 20 saat menjamu AC Milan tepatnya tanggal 7 Februari 1999, terjadi malapetaka.

Saat itu Batistuta ada di posisi menguntungkan menerima umpan jauh dari lini tengah, ruang kosong membuatnya melakukan sprint namun seketika dia terjatuh, langsung memegangi paha kirinya dan meringis kesakitan. Batistuta cedera dalam waktu yang lama.

Sejak Batistuta cedera, Fiorentina langsung kehilangan kekuatannya dan kesulitan mencetak gol. Di pekan ke 22, saat bermain imbang tanpa gol dengan AS Roma, Fiorentina berhasil disalip Lazio. Di Akhir musim AC Milan menjadi juara sementara Lazio dan Fiorentina berada di bawahnya.

Batistuta sadar, dengan kekuatan Fiorentina yang ala kadarnya tak mungkin dia mewujudkan mimpi meraih Scudetto. Hingga 15 Mei tahun 2000, dia melakoni partai sangat emosionalnya. Dia mengucapkan perpisahan pada publik Firenze yang begitu dicintainya, saat melakoni partai terakhirnya berbaju la Viola.

Tahun 2000, mulailah petualangan barunya bersama AS Roma. Dia mendapat tandem Vicenzo Montela dan Marco Delvechio ditopang pemain bintangnya Fransesco Totti dan pelatih berpengalaman Fabio Capello.

Di musim debutnya ini, Batistuta akhirnya mewujudkan mimpi meraih Scudettonya untuk pertama kalinya sekaligus terakhir kalinya. Itulah satu-satunya gelar juara Scudetto yang diraih Batistuta.

Bersama timnas Argentina, Batistuta juga menjadi predator yang sangat ditakuti lawan. Dia berhasil membuat 56 gol buat Argentina, yang hingga kini hanya bisa dilewati superstar Barcelona Lionel Messi. Batistuta tampil di tiga piala dunia 1994 AS, 1998 Perancis dan 2002 Korsel-Jepang. Batistuta membuat rekor piala dunia dengan mencetak dua hattrick di dua edisi piala dunia berbeda. Dia juga sempat bermain dengan Mega bintang Argentina, Diego Armando Maradona.

Bagi publik sepakbola, hingga kini Batistuta menjadi pemain nomor 9 sejati yang paling ditakuti. Bahkan Meradona sempat berkata, Batistuta adalah striker murni terbaik yang pernah dilihatnya. Alasannya karena Batistuta memiliki tembakan keras, bisa mencetak gol dengan kedua kaki, jago dalam sundulan dan pakar eksekusi tendangan bola mati . Selain itu dia punya badan dan kaki yang kokoh serta memiliki kharisma.

Satu hal yang mungkin tak banyak diketahui, Batigol sebenarnya tidak menyukai sepak bola dan lebih menggemari olahraga basket. Namun karena semasa kecil dia melihat idolanya Mario Kempes dipuja saat membawa Argentina juara dunia 1978, dia pun coba menekuni sepak bola.

Pemain kelahiran 1 Februari 1969 tersebut mengoleksi 207 gol dalam 332 partai di berbagai ajang. Itu termasuk 168 gol yang diciptakannya di liga seri A. Batistuta memang akan terus dikenal sebagai raja gol sepakbola yang pernah lahir. Bahkan untuk mengenang kehebatan dan kesetiaannya di Fiorentina dibangun patung Batistuta tepat di muka stadion Firenze.  Bukan hanya itu, di Argentina patung dirinya megah berdiri, untuk mengenang kehebatannya mencetak gol.

Batistuta memang pencetak gol sejati yang pernah lahir untuk sepakbola.

Penulis: Franky Guntur Tangkudung.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed