oleh

Imbas Kekalahan Gerindra, Lumentut Jadi Tumbal

Kepengurusan DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara berganti nakhoda. Ketua DPD yang dijabat Wenny Lumentut dicopot dan diberikan kepada Wenny Warouw.

Pencopotan jabatan Lumentut dituangkan dalam SK bernomor 10-0686/Kpts/DPP-Gerindra/2019, 31 Oktober 2019. Walau posisi ketua diganti, namun Sekretaris yang dijabat Melky Suawa tetap dipertahankan.

Kepada media, Wenny Lumentut mengatakan bahwa dia belum tau secara pasti. Namun menurutnya dia tidak kaget diganti, karena ini biasa bagi dirinya.

“Saya tidak kaget. Ketika ditunjuk menjadi ketua DPD Gerindra Sulut juga saya kan biasa-biasa saja. Jadi ini biasa bagi saya,” kata Lumentut di hadapan sejumlah wartawan, Jumat (15/11/2019) di Kantor DPRD Sulut.




Hingga kini, Lumentut mengaku belum mengetahui asalan kenapa dirinya dicopot. Padahal pada Pemilu Legislatif lalu, Partai Gerindra tidak buruk-buruk amat.

“Saya belum tahu. Tidak ada keterangan alasan pergantian dari DPP. Mungkin saya ada kekurangan dalam memimpin Gerindra Sulut. Semua kepengurusan partai ada mekanismenya sendiri. Jadi apa yang diputuskan DPP kita harus menerima” kata Anggota DPRD Sulut ini.

Walau posisi ketua dicopot dari dirinya, Wenny Lumentut tetap menegaskan kepada semua jajaran pengurus DPD Sulut dan DPD Kabupaten/Kota untuk tetap mengamankan petunjuk DPP.

“Saya harap semua pengurus dan baik di Kabupaten/Kota untuk mengamankan petunjuk DPP. Dan supaya pengurus baru dapat segera bekerja,” ujar sosok yang dekat dengan wartawan ini.

Menanggapi keputusan DPP, Sekretaris DPD Gerindra Sulawesi Utara, Melky Suawa menyebut, pergantian kepengurusan dalam Partai Gerindra adalah hal yang biasa.

Karena menurutnya, posisi ketua ditugaskan oleh DPP, bukan melalui Musda. Karena semua adalah kewenangan pusat.

“Ketua DPD itu ditugaskan oleh DPP. Bukan dipilih melalui Musda. Jadi kalaupun dicopot itu adalah kewenangan DPP,” sebutnya.

Suawa berharap Ketua baru bisa segera action. Terutama dalam mengahadapi proses demokrasi pada tahun 2020 mendatang.

“Tahun depan ada Pilkada serentak. Ketua baru harus segera action, dan semua pengurus harus mendukung sepenuhnya,” pinta Suawa.

Kini, Wenny Warouw menjadi Ketua DPD Gerindra Sulut yang keempat. Sebelumnya jabatan ini dijabat berturut oleh Gleny Kairupan, Vonny Panambunan dan Wenny Lumentut.

Baca juga: Ini Nama-nama Anggota DPRD Sulut Periode 2019-2024

Baca juga: Tinggalkan Gerindra Masuk Nasdem, Panambunan Berlindung ke Jaksa Agung?

Dari sumber manadopedia.com, pergantian ini dilakukan karena hasil buruk yang dituai Partai Gerindra dalam Pemilihan anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

Hal ironis, Lumentut sendiri merupakan tokoh yang dikenal tanpa pamrih berjuang untuk Partai Gerindra. Dengan modal low profile dan berjuang untuk rakyat kecil, Lumentut justru punya basis massa yang jelas.

Bersama Sjeny Kalangie, Wenny Lumentut berhasil menyelamatkan muka Gerindra Sulut dan kembali mendapatkan kursi di DPRD Sulut. Dia berhasil meraih 22.988 suara.

Sebagai perbandingan, Sekretaris DPD Gerindra Sulut Melky Suawa, juga dua kali berkontestasi mencoba peruntungan menuju DPRD Sulut. Sayang, dua kali percobaan Suawa dengan dua Dapil berbeda, dia tetap tak bisa mendapakan suara signifikan.

Pun begitu, Wenny Warouw yang merupakan petahana DPR RI, pada Pilcaleg 2019 harus merelakan kursinya direbut calon lain.




Banyak pihak menilai, kegagalan Gerindra dalam Pilcaleg dan Pilpres di Sulut karena faktor isu Prabowo yang dekat dengan kaum intoleran.

Itu sebabnya, banyak anggota legislatif asal Gerindra yang gagal terpilih kembali karena isu tersebut. Namun, anomali terjadi pada Lumentut. karena ketokohannya, membuat dia tetap terpilih menjadi anggota DPRD Sulut.

“Sayang sekali mereka mengorbankan Pak Wenny Lumentut karena kekalahan Pilcaleg dan Pilpres lalu. Mereka tidak tahu perjuangan beliau.Buktinya, meski Gerindra waktu itu ‘dibenci’, pak Wenny justru tetap mulus melaju ke DPRD Sulut,” kata John, orang dekat WL, inisial populer Lumentut.

Banyak pihak menduga, ini adalah intrik internal yang sengaja menjatuhkan Wenny Lumentut , apalagi, jelang Pilgub yang membutuhkan tandatangan Ketua DPD untuk koalisi. Pergantian Wenny Lumentut bahkan dinilai sebagai blunder besar Gerindra.

“Begitulah politik, kejam dan agak kotor. Biar publik yang menilai. Sekali lagi saya katakan, ini adalah blunder dari DPP yang tidak mendengarkan dan melihat langsung perjuangan beliau (WL),” kata Joppy, orang dekat WL lainnya.

Penulis : Habel Sirenden



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed