oleh

TKD Jokowi: Presiden Lebih Tahu Ujung Kasus Tetty

Kegagalan Tetty Paruntu menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju masih terus diperbincangkan. Banyak pihak yang kecewa dengan sikap partai Golkar dan pihak istana yang kurang koordinasi.

Imbasnya, Bupati Minahasa Selatan tersebut seperti dipermalukan di pentas nasional.

Baca juga: Astaga, Bowo Sidik Akui Terima Uang dari Tetty Paruntu

Menanggapi hal itu, mantan Direktur penggalangan pemilih muda, Pemula dan Milenial Tim Kampanye Daerah Jokowi-Amin Sulut, Jelly Wensy Siwi angkat bicara.

Menurutnya, hal tersebut tak perlu dibesar-besarkan lagi. Kata Siwy, memang pada awalnya masyarakat Sulut yang awalnya berbangga menjadi kecewa karena Tetty Paruntu gagal masuk kabinet.

Namun lanjut dia, pihak istana terutama Presiden Jokowi punya banyak faktor pertimbangan untuk menentukan seorang menteri.

“Bang Fadjroel Rahman (jubir Istana) sudah memberikan penjelasan terkait kegagalan Tetty bertemu Jokowi. Tentunya itu merupakan satu dari banyak faktor pertimbangan. Jangan lupa, Presiden Jokowi tentunya sudah menerima masukan dan meninjau aspek hukum, dari hulu hingga hilir,” jelasnya.




Hal yang sama kata Siwy, juga berlaku untuk Olly Dondokambey. Menurutnya, sebagai sesama kader PDIP, tentunya Presiden Jokowi tahu mana yang terbaik untuk Gubernur Olly Dondokambey.

“Ini tentu sudah melewati pertimbangan di DPP PDIP, dan tentu saja dari Ibu Megawati Soekarnoputri,” katanya.

Dia mengajak seluruh masyarakat Sulut untuk mendukung pemerintah Jokowi-Amin.

“Beri mereka waktu untuk berlari kencang, membangun Indonesia lebih maju. Jangan lagi ada tudingan Jokowi tidak perhatikan Sulawesi Utara. Buktinya, hari ini Jerry Sambuaga masuk sebagai wakil menteri,” tambahnya.

Dia juga menyoal masuknya Prabowo Subianto yang berdarah Manado ke dalam kabinet Indonesia maju.

“Memang Prabowo berasal dari Sulawesi Utara. Tapi dia masuk bukan sebagai representasi putra daerah yang berkiprah ke pusat. Sekarang, waktunya seluruh rakyat Indonesia menghapus dikotomi kedaerahan. Kini saat bersatu Indonesia,” jelasnya.

Terakhir, Siwy menitip pesan kepada masyarakat terlebih para elite pemerintahan dan elite politik untuk menunjukkan kesantunan dalam media sosial.

“Jangan ada lagi istilah cebong, kampret, kadrun atau sejenisnya yang hanya membawa perpecahan. Pilpres sudah usai, mari kita bersatu untuk Indonesia. Tak ada lagi satu jari atau dua jari, semua sekarang tiga jari, persatuan indonesia,” tutupnya.

Penulis: Efge Tangkudung



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed