oleh

Gorontalo Dua Menteri, Sulut-Papua Nihil

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Sejumlah tokoh berlatar profesional, partai dan pengusaha masuk dalam jajaran pembantu Jokowi.

Dari sejumlah nama yang diumumkan, terlihat komposisi 60 persen diisi profesional dan 40 persen berasal dari partai politik. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapat jatah terbanyak dengan mengirimkan empat kadernya.

Mereka adalah Yasonnal Laoly, Tjahjo Kumolo, Pramono Anung dan Juliari Batubara. Selanjutnya ada Golkar, PKB dan Nasdem yang masing-masing mengirimkan tiga wakilnya.

Baca juga: Kecewakan Warga Sulut, Jokowi Pakai Standar Ganda

Dari Nasdem ada Siti Nurbaya Bakar, Syahrul Yasin Limpo dan Johnny Plate. Sementara kader Golkar Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang dan Zainuddin Amali. Semenara PKB menempatkan Ida Fauziah, Abdul Halim Iskandar dan Agus Suparmanto.

Gerindra menempatkan dua wakilnya yakni Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo. PPP mendapat satu jatah dengan mengirimkan Suharso Monoarfa.




Yang menarik, jika dilihat dari keterwakilan daerah, perwakilan dari Papua dan Sulawesi Utara kini tak ada lagi yang bercokol dalam kabinet.

Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya turut mewakili perwakilan Papua ternyata tidak berdarah asli Papua. Dia merupakan kelahiran Banda, Maluku.

Dalam sejumlah pernyataan, terlihat para tokoh mulai menyuarakan kekecewaannya. Padahal waktu Pilpres, Papua berhasil memenangkan pasangan Jokowi-Amin dengan persentase 90, 66 persen. Pun begitu dengan Papua barat yang memenangkan Jokowi-Amin 79, 8 persen.

Putra-putri kawanua juga terlihat tereliminasi dalam persaingan menuju kursi menteri. Padahal nama Olly Dondokambey dan Tetty Paruntu sempat menguat. Paruntu bahkan sudah tiba istana dengan baju putih, namun akhirnya tak jadi bertemu Jokowi.

Sebenarnya ada nama Prabowo Subianto yang memiliki ibu bermarga Sigar yang berdarah Minahasa. Namun kehadiran Prabowo dinilai bukan murni mewakili Sulawesi Utara. Prabowo merupakan rival Jokowi dalam Pilpres lalu.

Dalam Pilpres lalu, Sulut juga masuk dalam lima besar daerah persentase terbesar untuk kemenangan Jokowi. Selain Papua, Papua Barat ada juga Bali (91,6 persen), NTT  (88, 57 persen), Jateng (77, 29 persen) dan Sulut (77, 24 persen).

Menariknya ada dua putra asal Gorontalo yang masuk, yakni Suharso Monoarfa dan Zainudin Amali. Monoarfa diplot menjadi BPN/ Ketua Bappenas sedang Amali menjadi Menpora. Dalam Pilpres lalu, daerah dengan pemilih sekitar 700 ribu itu, memenangkan Jokowi dengan persentase 51, 73 persen.

Dalam komposisi menteri Jokowi-Amin, terlihat juga ada dua orang memiliki darah Sumatera Barat  yakni Fachrul Razi dan Nadim Makarim. Padahal dalam Pilpres lalu, Jokowi kalah telak di Sumbar dengan 14 persen.

Penulis: Efge Tangkudung



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed