oleh

Demo Ricuh, DPRD Sulut Minta Tambah Personel

Demo Mahasiswa yang berujung ricuh di Gedung DPRD Provinsi Sulut waktu lalu, membuat pihak sekterariat DPRD segera membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) di Gedung Dewan.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, DPRD Sulut mengajak pihak Polresta Manado untuk membahasnya bersama.

Sekretaris DPRD Sulut, Bartolomeus Mononutu mengatakan, SOP akan segera dibahas bersama Polresta Manado dalam waktu dekat.

“SOP harus segera dibentuk. Pihak Polresta sudah sepakat mau membantu kami, untuk segera merancang SOP yang bisa diberlakukan di gedung dewan,” kata Bartolomeus, Senin (21/10/2019).

SOP ini menurutnya, akan membantu semua aktivitas anggota DPRD di gedung dewan, termasuk kegiatan harian dan agenda resmi baik pada rapat paripurna dan rapat komisi.

“Ini akan menjaga agenda setiap anggota dewan, baik pada rapat-rapat komisi ataupun pada angenda resmi seperti rapat paripurna,” tambahnya.

Untuk pengamanan di area gedung dewan, Sekwan menyebut, pihak Polresta akan menambah personel yang bertugas tiap harinya.




Polisi akan berkoordinasi dengan petugas keamanan dewan untuk saling membantu dalam menjaga kemanan.

“Karena gedung ini luas, maka petugas polisi yang berjaga akan ditambah. Mereka akan bertugas bersama dengan petugas keamanan yang sudah ada. Diharapkan kedepan tidak akan ada lagi gangguan seperti demonstrasi yang mengganggu aktivitas dewan,” pungkasnya.

Diketahui, gedung DPRD Sulut didemo oleh mahasiswa yang menuntut pencabutan pembahasan KUHP.

Demo yang dilakukan ratusan mahasiswa sempat ricuh, karena mereka tidak diperbolehkan masuk kedalam area kantor dewan.

Akibat kericuhan tersebut, pintu pagar utama gedung dewan dirusak oleh mahasiswa. Agenda rapat beberapa komisi harus ditunda akibat insiden tersebut.

Dibagian lain, penerapan SOP pengamanan di gedung DPRD Sulut mendapat tanggapan dari warga Manado.

“Dikantor dewan harus ada pengamanan ekstra, karena disana semua kepentingan mayarakat Sulut dibahas,” kata Rafles Sualang.

Dia berharap, setelah SOP diberlakukan, anggota DPRD tidak lupa diri karena merasa nyaman, karena banyak agenda pro rakyat yang harus dibahas digedung cengkih tersebut.

“Saya minta anggota DPRD yang terhormat untuk tetap ingat rakyat. Jangan setelah merasa aman karena dijaga polisi, lantas tugas mereka tidak dijalankan,” pungkas warga Mapanget ini.

Penulis : Emmanuel Athlon



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed