oleh

90 Persen Hewan Penyebar Rabies Masuk Sulut, AFMI Waspada

Tanda awas bagi masyarakat Sulawesi Utara soal penyebaran penyakit rabies. Dari data Animal Friends Manado Indonesia (AFMI), 90 persen hewan penyebar rabies di pasar tradisional tersebut merupakan kiriman dari luar Sulawesi Utara. HPR seperti Anjing, kucing, kera dan kelelawar mayoritas masuk lewat jalur darat.

Hal ini dikatakan Juru bicara AFMI, Frank Manus kepada manadopedia. Menurutnya, hal itu harus diantisipasi sejak dini agar tidak mendatangkan korban jiwa.

Menurutnya, AFMI kini berperan aktif untuk mencegah penyebaran penyakit mematikan tersebut. Kata dia, AFMI dan beberapa organisasi lain sudah bekerjasama dengan Pemkot Tomohon dan Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Utara, untuk membangun posko di perbatasan.

“AFMI dan beberapa organisasi lain bersedia membangun posko untuk memeriksa hewan yang masuk ke Sulwesi Utara. Sesuai data yang kami dapati, 90 persen HPR di pasar tradisional, merupakan kiriman dari daerah luar,” katanya didampingi dokter hewan, John Karundeng.




AFMI lanjut dia, akan mengawasi peredaran daging hewan dari luar provinsi, dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

Selain itu, AFMI akan rutin melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Yang menjadi penekanan adalah tentang zoonosis dan risiko mengonsumsi hewan yang tidak jelas asal usulnya.

Kepala Bidang peternakan Henny Kambey menyambut baik inisiatif dari AFMI tersebut. Menurutnya pihaknya akan mendukung langkah AFMI demi mencegah penyebaran penyakit rabies di Sulawesi Utara.

“Tentunya kami berterima kasih atas kepedulian AFMI, Nanti untuk masalah teknis akan kita bahas lagi setelah berkonsultasi dengan pimpinan,” katanya.

Baca juga: Aktor Inggris Merinding Lihat Pembantaian Anjing di Tomohon

Baca juga: Mengenal Pasar Ekstrem Tomohon yang Sering Jadi Sorotan Dunia

Diketahui, penyakit rabies ini dikenal juga dikenal dengan nama penyakit anjing gila. penyakit ini menular lewat partikel virus dalam air liur hewan penyebar rabies yang masuk ke tubuh manusia, lewat gigitan. Anjing, kucing, kera, rakun dan kelelewar merupakan penyebar rabies yang umum.

Virus rabies menyebabkan infeksi akut pada sistem saraf manusia. Rabies masih bisa diobati, namun harus dilakukan sedini mungkin sebelum menginfeksi otak dan muncul gejala perilaku seperti anjing.

Jika sudah terinfeksi di otak dan muncul gejala, akibatnya fatal, tak ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Penderita rabies akan mengalai kematian beberapa hari setelah terlihat gejala pertama.




Pencegahan pertama yang disarankan ahli medis, jika terkena gigitan hewan penyebar rabies, luka harussegera dicuci dengan air mengalir. Gunakan sabun atau pelarut lemak lain, selama kurang lebih 15 menit.

Langkah selanjutnya, beri antiseptik seperti alkohol atau betadin, kemudian harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mendapatkan suntikan anti rabies dan pengawasan intensif. Hewan peliharaan juga ada baiknya diberi suntikan anti rabies secara berkala.

Penulis: Rizka Alvira




Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed