oleh

Cap Tikus 1978 Laris Manis di Jakarta

Pelaksanan Sulut Expo 2019 di Smesco Exhibition Convention Hall, Jakarta, menjadi  momen bersejarah  bagi produk minuman keras (miras) lokal asal Sulawesi Utara.

Keikutsertaan miras lokal andalan petani Sulut ini, menjadi buah bibir khususnya warga Kawanua di Ibukota. Sejak dibuka, stand Cap Tikus 1978 telah dikunjungi ratusan orang, baik warga Kawanua di Jakarta maupun warga Jakarta.

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey yang berkunnjung ke stand Cap Tikus sangat terkejut dengan antusias warga kawanua di Jakarta.

“Antusias warga Kawanua di sini sangat tinggi. Saya bangga kalau Cap Tikus bisa diterima di tingkat nasional,” kata Olly.




Manager Marketing Captikus 1978, Mario Baraputra menyebut, di Stand Cap Tikus, masyarakat bisa mengetahui cara pembuatan cap tikus, mulai dari penyulingan hingga proses pembuatan.

Pihaknya mulai memperkenalkan hasil dari pohon nila ini, mulai dari tingkat nasional tapi hingga ke mancanegara.

“Kami lagi giat-giatnya mempromosikan baik di tingkat nasional dan internasional. Respon pengunjung sangat baik, sejak dipamerkan sudah terjual ratusan botol,” katanya.

Sejak diproduksi secara legal, cap tikus kini telah memiliki dua varian rasa yakni, rasa original dan rasa kopi.

“Kini baru ada dua varian rasa, original dan rasa kopi. Kedepan akan dikembangkan beberapa varian lainnya,” ujarnya.

Kehadiran Cap Tikus ini menjadi kebanggan tersendiri bagi warga Kawanua yang berada di Jakarta.

“Dulunya kalau mau bawa cap tikus ke Jakarta sangat sulit, karena masih dianggap miras ilegal. Kini sudah bisa didapatkan dengan mudah,” kata Charly Porajouw, warga Manado yang sudah lama menetap di Bekasi.

Di Sulut Expo 2019, Cap Tikus ini diproduksi dengan kadar alkohol 45 persen. Miras lokal ini juga dikemas dalam botol modern yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh.

Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau, mulai dari Rp100 rb. Kini Cap Tikus 1978 bisa didapatkan di beberapa oulet di Jakarta.

Awalnya, Cap Tikus 1978 diperkenalkan oleh Bupati Minahasa Selatan, Tetty Paruntu. Usahanya untuk melegalkan minuman tradisional Sulut ini berhasil.

Menggunakan brand “Cap Tikus 1978”, produk ini mulai dijual secara legal di Bandara Sam Ratulangi Manado, sejak Desember 2018 untuk dijadikan oleh-oleh.

Penulis : Lala Nvidia



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed