oleh

Manado Sudah 284 Kali Kebakaran, ini Penyebabnya

Kota Manado masih belum juga diguyur hujan. Panas berkepanjangan membuat warga disarankan untuk selalu berhati-hati bahaya kebakaran.

Sumber kebakaran tak hanya disebabkan oleh kelalaian manusia. Instalasi listrik yang sudah tua juga bisa menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran.

Terbakarnya mess milik karyawan Manado Town Square (Mantos) pada Selasa (24/9/2019) dinihari, menambah deretan peristiwa kebakaran di Kota Manado yang disebabkan oleh korsleting listrik.

Kepala Dinas Kebakaran Kota Manado, Muhammad Sofyan, melalui Kabid Pencegahan dan Penanggulangan, Herry Contra menyebut, tingginya angka kebakaran selain kelalaian manusia juga disebabkan oleh arus pendek listrik.

Ditambahkannya, bangunan yang telah terbakar sebenarnya bisa diminimalisir oleh petugas pemadam. Namun karena lambatnya informasi dan tiupan angin kencang, membuat bangunan lekas hangus.

“Saya meminta kepada warga yang apabila melihat percikan api, bisa langsung melapor ke petugas kami. Karena keterlambatan laporan juga membuat petugas sulit untuk memadamkan api,” katanya.




Dari data, jumlah kejadian pada Bulan September ini naik signifikan bila dibandingkan dengan bulan Agustus.

Bila pada Agustus angka kebakaran mencapai 64 kejadian, maka di Bulan September ini angka mencapai 144 kejadian.

Selang Januari hingga September 2019 ini, tercatat sudah terjadi 284 kasus di Kota Manado, dan terbakarnya lahan menjadi yang terbanyak.

Daerah yang paling banyak terjadi kebakaran adalah Kecamatan Mapanget dengan 77 kasus, disusul Kecamatan Malalayang 40 kasus dan yang terkecil adalah Kecamatan Sario dengan 11 kasus.

Kota Manado saat ini memiliki 18 armada mobil Damkar. Mobil ini ditempatkan di lima titik di Kota Manado untuk mengantisipasi bencana.

Mengetahui daerah terbanyak kasus ada di Mapanget, Anggota DPRD Kota Manado daerah pemilihan Singkil Mapanget, Franseska Julia Kolanus angkat bicara.

Kepada Manadopedia.com, Kolanus mengatakan warga harus tetap waspada, apalagi saat sedang melakukan pembakaran sampah.

“Memang banyak yang disebabkan oleh korsleting listrik. Namun saya tetap mengimbau kepada warga untuk tetap waspada.  Hindari pembakaran sampah dekat bahan yang mudah terbakar, pembakaran haruslah dalam pengawasan kita,” kata srikadi Demokrat ini.

Penulis : Habel Sirenden



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed