oleh

Sepi, Koenya-Koenya Terancam Gulung Tikar

Manado Street Food Koenya Koenya kini sepi tak lagi diminati warga Kota Manado, ini membuat salah satu lokasi wisata kuliner malam di Kota Manado terancam gulung tikar.

Sejak dibuka oleh Walikota Manado, Vicky Lumentut 15 Maret 2019, pengunjung Koenya Koenya semakin hari semakin menurun.

Saat berkunjung pada Sabtu (13/9/2019), tim Manadopedia.com melihat suasana sangat sepi. Tidak banyak orang yang berjualan, hanya ada beberapa pedagang yang berjualan.

Pengujung yang datang juga hanyalah beberapa orang saja. Ini tentunya menjadi bahan Pekerjaan Rumah (PR) bagi Dinas Pariwisata Kota Manado.

“Semakin hari semakin sepi. Sudah tidak banyak warga yang datang. Malam minggu pun pengunjung yang datang tidak terlalu banyak,” kata Rudi salah satu penjual.

Dia meminta Pemkot Manado harus mencari cara untuk mendatangkan pengujung ke lokasi yang terletak di Perkampungan China Calaca Manado.

“Kami tidak bisa berjualan kalau pengunjungnya tidak ada. Saya minta Pemkot mencari cara lain yang bisa mendatangkan pengunjung,” tambah pria berbadan kecil ini.

Memang sejak dibuka 6 Bulan lalu, antusias pengunjung yang datang hanya pada dua bulan awal. Setelah itu, jumlahnya semakin menurun.

Menurut warga yang datang, memang Koenya Koenya tidak lagi menjadi primadona tempat kuliner, apalagi tidak ada variasi menu dan hiburan.

“Saya dulu sering kesini bersama keluarga. Terakhir datang bulan lalu. Saat ini sudah ada banyak tempat makan yang bertaburan. Mungkin masyarakat sudah bosan dan ingin mencari suasana yang berbeda,” kata Alfons Moniaga, warga Mapanget yang berkunjung bersama keluarga.

Menurutnya, ada bagusnya bila Pemkot menata ulang lokasi Koenya Koenya. Bila perlu dibuka hanya setiap akhir minggu (weekend).

“Pemkot harus menata ulang lokasi ini, baik dari pedagang, dan lokasinya. Sayang kalau pengujung terus berkurang. Alangkah bagusnya bila dibuka hari Jumat sampai Minggu, sehingga masyarakat tidak bosan,” ujar salah satu karyawan BUMN ini.

Karena bernuasakan perkampungan Cina, Alfons meminta pemkot untuk bisa bekerjasama dengan travel yang mendatangkan turis-turis dari Cina.

“Ada banyak turis Cina yang datang ke Manado. Pemkot harus bisa membuka kerjasama, sehingga travel bisa mendatangkan turis untuk benrkunjung kesini,” tambahnya.

Penulis : Lala Nvidia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed