oleh

Persekusi dari Panambunan Kelewatan, Lengkong Lapor Olly

Wakil Bupati Minahasa Utara, Joppy Lengkong akhirnya menyurat kepada Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey. Hal ini terkait persekusi yang diterima dari Bupati Vonny Panambunan.

Surat yang dilayangkan Wabup Lengkong kepada Gubernur diharapkan bisa meredakan persekusi yang dilakukan Panambunan.  Pasalnya sudah dua tahun Lengkong hanya terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa.

Dari surat yang diterima redaksi Manadopedia.com, Lengkong mempertanyakan hak-haknya sebagai Wakil Bupati. Ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pemerintahan Daerah yang dirampas oleh Bupati Vonny Panambunan.




Dalam surat tersebut, Wabup Joppy Lengkong mempertanyakan tidak diberikannya biaya operasional selama 2 tahun anggaran. Anggaran ini meliputi, Biaya Perjalanan Dinas dalam dan luar daerah serta luar negeri.

Juga biaya penunjang operasional yang dihapus meliputi, honor sopir wakil bupati, petugas keamanan dari kepolisian, petugas administrasi hingga biaya rumah tangga.

Lengkong juga mempertanyakan ruang kerja wakil bupati yang dipindahkan ke lokasi yang tidak layak, hingga tidak adanya itikad baik dari Bupati Vonny Panambunan.

Hal ini membuat warga di Minahasa Utara, memuji sikap Wakil Bupati Minut untuk buka suara, dan melaporkan kepada Gubernur Olly Dodokambey.

“Kami warga Minahasa Utara senang apabila Pak Joppy bisa melaporkan hal ini kepada Gubernur. Apalagi Pak Gubernur adalah orang Minahasa Utara,” tukas Andre warga Kalawat.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan Bupati Vonny Panambunan adalah tindakan yang memalukan dan tidak terpuji, apalagi ditunjukkan oleh seorang kepala daerah.

“Bupati sudah melakukan tindakan yang memalukan dan tidak terhormat. Bupati telah merampas hak pak Lengkong. Kelakuan Bupati seperti anak-anak,” katanya lagi.

Baca juga: Wow, Joppy Lengkong Beber Perlakuan Kejam Panambunan

Diketahui, beberapa waktu lalu Wakil Bupati Minut, Joppy Lengkong blak-blakan buka suara soal kekejaman Bupati Vonny Panambunan terhadap dirinya.

Sebab, sejak dilantik bersama Bupati Vonny Anneke Panambunan (VAP) pada 17 Februari 2016 di Graha Gubernuran Sulut, Wakil Bupati Joppy Lengkong ternyata mendapat banyak perlakuan kurang manusiawi.

Lengkong mengaku tidak lagi menerima Anggaran Perjalanan Dinas, dan tidak didampingi Kasubag Tata Usaha yang bertugas untuk mengurus kebutuhan Wakil Bupati.

“Sudah tidak ada lagi Kasubag Tata Usaha yang biasa berada di ruangan ini. Kasubag TUP yang dulunya di sini sudah dirolling dan tidak ada penggantinya,” jelasnya kepada media.

Teranyar, dalam spanduk ucapan HUT RI ke 74 yang terpasang, hanya terlihat foto Bupati Minut Vonny Panambunan, tanpa gambar sang wakil, Joppy Lengkong.

Penulis : Habel Sirenden



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed