oleh

Kawasan Kaki Dian Terancam, Aqua Lakukan Hal ini

Kawasan wisata Kaki Dian, Kabupaten Minahasa Utara kini mulai menjadi terkenal, karena memiliki potensi wisata yang sangat menakjubkan.

Namun, perubahan status Kawasan Kaki Dian dari hutan menjadi lokasi wisata bisa mempengaruhi  terjadinya degradasi potensi Keanekaragaman hayati.



Hal ini disadari PT Tirta Investama sebagai perusahaan pengembang Produk air mineral Aqua. Perusahaan ini getol melakukan kegiatan untuk terus menjaga kualitas hutan kawasan Kaki Dian.

Juru bicara PT Tirta Investama, Immanuel Adoeng kepada media mengatakan, kawasan Kaki Dian terancam rusak.

“Kita tahu kawasan ini terancam. Ini dikarenakan adanya penebangan pohon dan alih fungsi lahan. Kami dari Aqua terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk menjaga kawasan ini  dari ancaman kerusakan,” katanya.

Dia menambahkan, pihak Aqua terus berupaya menjalin kerja sama pihak terkait  seperti DLHD Minut, Dinas Pariwisata, PD Klabat, dan kelompok masyarakat.

“Di lokasi Kaki Dian kami sudah membangun satu rumah belajar, dan sudah ada 15 orang anggota kelompok yang bergabung. Untuk areal yang sudah dilakukan pelestarian  mencapai 3,6 hektare,” tambahnya.

Baca juga: Ini Tempat Wisata Terlengkap di Sulawesi Utara

Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah memfasilitasi pembentukan kelompok Biopori yang bertujuan untuk menjaga resapan air.

“Program ini sudah jalan, dan kedepannya diharapkan akan berkembang secara kuantitas, serta mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat pentingnya cadangan air tanah,” ujarnya.

Langkah Aqua untuk melestarikan hutan Kaki Dian, mendapat apresiasi dari Kelompok Manengkel Solidaritas (KMS) Minahasa Utara.

Ketua KMS, Sella Runtulalo berharap apa yang telah dilakukan pihak Aqua bisa menyelamatkan potensi Biodiversiti, di kawasan kaki dian dan Gunung Kalabat secara umum.

“Potensi hutan dan mata air bisa saja hilang akibat eksploitasi hutan dan pembukaan lahan wisata terus dilakukan, tanpa adanya penyeimbangan hutan,” katanya.

Dia juga berharap, sumber mata air dapat dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat sekitar.



Terpisah, kepala Dinas Pariwisata Sulut, Daniel Mewengkang  menyebut, pengembangan kawasan wisata seperti Kaki Dian tetap mendapat support penuh dari Pemerintah Provinsi  Sulawesi Utara.

“Pemerintah Provinsi Sulut tetap mendukung adanya upaya peningkatan kawasan wisata di seluruh wilayah Sulut, termasuk yang ada di Minahasa Utara,” tegasnya beberapa waktu lalu.

Hingga kini ada penyelamatan hutan Klabat dan Kaki Dian mendapat dukungan dari kelompok Bank Sampah dan Tunas Kalabat.

Mereka intens memberikan sumbangsih untuk penyelamatan dan kelestarian kawasan wisata tersebut.

Berdasarkan data KMS, di kawasan Gunung Klabat terdapat 36 jenis pohon dan 28 jenis burung serta keanekaragaman hayati lainnya.

Penulis : Lala Nvidia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed