oleh

Selamat Jalan, Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dimakamkan, Senin (8/7/2019). Lewat upacara militer, kepergian almarhum dilepas dengan isak tangis keluarga dan para sahabat.

Bukan hanya mereka yang mengenal langsung Sutopo Purwo Nugroho, para warganet selama dua hari tak henti mengirimkan doa dan belasungkawa.

Sutopo Purwo Nugroho akhirnya harus menyerah dengan sakit kanker paru-paru stadium IV yang diderita. Namun, kepergiannya  membawa inspirasi dan haru bagi banyak orang.

Masih teringat ketika bencana Gempa bumi dan likuifaksi di Sulawesi Tengah. Sosok Sutopo yang waktu itu sudah sakit parah, masih berusaha sekuat tenaga menunaikan kewajiban dan tanggung jawabnya.

Setiap hari, masyarakat menanti kehadirannya dengan data terbaru soal bencana di Sulawesi Tengah. Bukan hanya di Sulteng, setiap ada bencana yang terjadi, sosok inilah yang kerap tampil menyajikan informasi terbaru untuk khalayak.

Sutopo memang dikenal sangat ramah dan sabar. Bagi kalangan jurnalis, Sutopo sudah dianggap sahabat dan kakak. Dia selalu menyapa para wartawan setiap petemuan. Jam berapapun, ketika dikonfirmasi dia siap tanpa pernah menunjukkan keletihan dan sakitnya.

Sutopo juga dikenal aktif dalam media sosial. Dia kerap membagikan informasi terbaru soal bencana. Selain itu dia juga sering menunjukkan bahasa kocak dan konyol tanpa malu-malu.

Sutopo Purwo Nugroho juga dikenal sangat humoris dan blak-blakan. Momen pertemuannya dengan Jokowi sempat mengundang tawa para warganet.

Bukan hanya itu, pengakuan Sutopo yang begitu mengidolai penyanyi cantik Raisa membuat warganet makin bersimpati.

Namun, yang paling diingat warganet adalah cerita Sutopo soal perjalanan karirnya dari seorang miskin hingga kini dikenal se-Indonesia. Dia mengaku sempat ditolak sejumlah universitas ketika ingin kuliah.

Tak sampai di situ, meski dirinya menyelesaikan kuliah dengan sangat baik, dia ditolak puluhan perusahaan saat melamar. Namun, semangat dan ketegarannya membawanya ke posisi sekarang.

Wajar saja, ketika kepergiannya semua masyarakat Indonesia merasa kehilangan. Mulai dari Presiden Indonesia Joko Widodo hingga sejumlah pejabat negara. Jutaan ungkapan duka dan belasungkawa tampak lalu lalang di timeline media sosial.

Kepala BNPB Letjen Doni Monardi mengatakan keluarga besar BNPB menjuluki Sutopo Purwo Nugroho sebagai pahlawan kemanusian.

Menurut Doni yang baru dilantik awal 2019 ini, Sutopo merupakan pekerja keras tanpa pamrih melayani masyarakat. Dia ikhlas mengalahkan rasa sakitnya demi informasi untuk masyarakat.

Diketahui, Sutopo Purwo Nugroho didiagnosis mengidap kanker paru-paru pada awal Desember 2017. Dalam sakitnya, dia tetap bekerja dan berjuang.

Pada satu momen, ketika Sutopo sedang menyajikan data, dia terengah-engah dan terbatuk lalu meminta waktu untuk istirahat sejenak.

Usai menjalani perawatan di berbagai Rumah Sakit, Sutopo coba berobat ke Guangzhou, China.  Namun, Sang Khalik berkehendak lain, pahlawan kemanusiaan itu menutup usia pukul 02.00 waktu setempat di Guangzhou, China.

Dalam perjalanan karirnya, Sutopo berhasil meraih sejumlah prestasi. Ada 11 gelar yang diberikan untuk sang pejuang bencana ini.

Dia disematkan komunikator terbaik 2018 oleh Kominfo dan ISKI. Sutopo juga digelari Mafindo sebagai tokoh Teladan Anti-Hoax Indonesia 2018. Kemenpan RB juga menggelarinya sebagai ASN paling inspiratif dan PNS terbaik tahun 2018.

Kini Sutopo Purwo Nugroho sudah menghadap Sang Khalik. Namun Inspirasi dan semangatnya dalam mencintai Indonesia akan terus dikenang.

Selamat jalan Pak Sutopo Purwo Nugroho

Terima Kasih untuk budi baikmu, Beristirahatlah dengan tenang…

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed