oleh

Selamat Berpesta, Pilihlah dengan Akal dan Hati

Hari Rabu 17 April 2019, Bangsa Indonesia menggoreskan tinta emas untuk menulis sejarah perjalanan bangsa.

Ini adalah kali pertama Indonesia melakukan Pemilu langsung menggabungkan Pemilihan calon anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden.

Masyarakat akan menentukan pilihannya untuk lima tingkatan yakni DPRD Kab/kota, DPRD Prov, DPR RI, DPD dan Presiden.

Masyarakat Indonesia bebas memilih siapapun yang dianggap kapabel dan kredibel, baik calon wakil rakyat maupun pasangan presiden dan wakilnya.

Pilihan itu akan menentukan arah perjalanan bangsa ini, negeri yang akan menjadi tanah air anak cucu kelak. Maka itu, pilihlah calon pemimpin terbaik yang bisa menjadi wakil dan pemimpin amanah, dengan visi misi yang jelas.

Jangan pernah gadaikan suara, hanya untuk beberapa lembar rupiah atau bingkisan bahan pokok. Terlalu hina jika hak demokrasi disalurkan demi materi bukan berlandaskan keinginan kemajuan bangsa.

Pilihlah wakil rakyat dan presiden dengan akal dan hati. Terpenting, gunakan hak pilih dengan kegembiraan dan kewarasan. Pemilu, sejatinya adalah pesta demokrasi seluruh bangsa Indonesia.

Harus diakui, tujuh bulan perjalanan masa kampanye, membuat masyarakat terbelah dan terkotak. Semua menjagokan gacoan masing-masing dengan fanatisme berlebihan.

Baca juga: Kampanye Terakhir, Pemenang Pilpres Sudah Terjawab

Untuk urusan Pilpres, masyarakat bahkan terpecah menjadi dua kubu, pendukung pasangan 01 dan pasangan 02. Apalagi dalam perjalanan waktu, kontestasi itu dibumbui dengan hoaks, fitnah dan ujaran kebencian antar kubu.

Lumrah memang, begitulah alam demokrasi. Perbedaan menunjukkan paradigma dan sudut pandang masyarakat terhadap calon yang ada. Mungkin juga agak kebabalasan, karena banyak strategi tak sportif coba dimainkan.

Cukup sudah bangsa ini terkotak-kotak. Sudah saatnya, masyarakat melupakan perbedaan dalam Pemilu dan Pilpres 2019. Perbedaan pilihan itu tak harus berlanjut hingga Pemilu usai.

Kini saatnya kembali saling bergandengan tangan dan berangkulan. Pihak yang menang tak boleh sombong dan wajib merangkul yang kalah. Sebaliknya, yang kalah tak boleh merongrong dan harus mendukung yang menang.

Jika pun ada ketidakpuasan, gunakan prosedur perundangan yang tersedia. Biarkan itu ditentukan dan diakhiri lewat instrumen hukum.

Pada akhirnya, siapapun yang terpilih sudah ditentukan takdir, oleh yang Maha Kuasa. Mereka yang terpilih punya tugas amat berat, membawa amanah para pemilihnya. Biar itu mereka pertanggungjawabkan kepada Tuhan yang Maha Esa.

Kini Bangsa Indonesia harus kembali bersatu, menunjukkan kedewasaan berdemokrasi. Biarlah perbedaan pendapat dengan segala bumbunya akan menjadi hal yang dirindukan untuk Pemilu berikutnya.

Selamat berpesta, gunakan akal dan hati.

Untuk Indonesia, untuk anak cucu kelak…

Penulis: Kayla Carissa 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed