oleh

Jangan Pilih Caleg Eks Narkoba dan Koruptor

Koordinator Bidang Humas LSM Waraney Tanah Toar Lumimu’ut, James Lembong, bicara soal anggota DPRD mantan Koruptor dan Narkoba.

Menurut Lembong, mereka yang pernah tersangkut masalah korupsi dan narkoba, harus diberikan kesempatan untuk berubah.

“Intinya semua warga mempunyai hak yang sama dalam berpolitik. Jadi ketika ada celeg eks koruptor dan narkoba yang terjun dalam politik, itu sah-sah saja. Tapi berdasarkan petunjuk teknis dari KPU mereka harus ada pengakuan kepada masyarakat,” kata Lembong, Senin (8/4/2019).

Lebih lanjut kata Lembong, setiap caleg itu memiliki masa lalu baik itu bagus atau tidak. Mereka juga pasti punya kesempatan untuk berubah di kemudian hari.

Masyarakat menurutnya, harus jeli melihat rekam jejak setiap caleg yang maju. Hal ini agar jika terpilih, tidak mengecewakan kita sebagai pemilih.

“Nah ini semua tinggal kembali kepada masyarakat, karena masyarakatlah yang memilih menilai dan menentukan pilihan mereka,” lanjut aktivis vokal ini.

Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat Kota Manado jeli melihat sepak terjang masing-masing caleg, sebelum menentukan pilihan. Menurutnya, pilihan yang tepat akan menentukan masa dpan darah untuk lima tahun ke depan.

Di bagian lain, Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menegaskan, bahwa masyarakatlah yang seharusnya menghukum caleg eks koruptor dan narkoba yang kembali maju sebagai caleg.

“Gampang saja, sebagai pemilih marilah kita menghukum mereka dengan tidak lagi memilih mereka yang tersandung masalah koruptor dan narkoba di masa lalu mereka,” kata Donald di Jakarta.

Langkah ini adalah bentuk hukuman bagi caleg yang pernah berbuat “dosa” dimasa lalu ketika duduk manis sebagai anggota DPRD baik di Kabupaten/Kota, DPRD Propinsi dan DPR RI.

“Kita harus punya komitmen bersih-bersih di lembaga legislatif kita, jangan ada lagi anggota dewan yang tersangkut masalah Korupsi dan narkoba dikemudian hari,” tambah aktivis anti korupsi ini.

Lebih lanjut, Donal menyebut bahwa hukuman yang diberikan kepada mereka bisa saja membuat jera, namun sebagai manusia biasa kemungkinan dosa itu kembali terjadi sangatlah besar.

Penulis : Emmanuel Athlon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed