oleh

Astaga, Mobil Caleg PDIP Ditembak

Teror kepada caleg anggota DPRD kembali terjadi. Kali ini menimpa Ketua Fraksi PDIP DPRD Minahasa Utara (Minut), Lucky Bernhard Kiolol.

Mobil Nissan Terrano milik Kiolol yang terparkir di depan rumahnya, diduga ditembak orang tak dikenal pada Jumat (8/3/2019) lalu.

Awalnya Caleg PDIP ini tak menyangka kalau mobilnya ditembak orang. Pasalnya, ketika terjadi penembakan, Kiolol tak berada dirumah.

“Saat itu saya tidak berada dirumah, saya sedang berada di Minut dalam rangka sosialisasi saya sebagai Caleg,” kata Kiolol, Selasa (12/3/2019).

Lanjutnya, dirinya hanya diberitahu oleh sang sopir bahwa kaca mobilnya pecah, namun ketika diberitahu akibat kena tembakan peluru, Kiolol langsung kaget dan langsung melihat kondisi mobilnya.

“Saya cuma diberitahu kalau kaca mobil pecah, namun saya kaget ketika sopir mengatakan bahwa kaca pecah akibat terkena peluru tajam,” lanjut kader PDIP Minut ini.

Ketika mengetahui hal tersebut, Kiolol langsung berdiskusi dengan keluarga perihal kejadian ini, akhirnya terjadi kesepakatan untuk melapor ke pihak berwajib.

“Keluarga saya takut karena ini bisa mengancam kami, apalagi saat ini saya sedang melakukan kampanye terkait pencalonan di DPRD Minut,” tambah anggota DPRD Minut dua periode ini.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak Polsek Mapanget, untuk dilakukan penyelidikan kasus tersebut.

Kapolsek Mapanget, AKP Muhlis Suhani ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami masih mendalami kasus ini karena belum diketahui apakah ini kesengajaan atau hanya peluru nyasar,” ungkap Kapolsek.

Sebelumnya juga, teror terhadap caleg yang maju pada Pemilu 2019 terjadi di Kota Manado. Posko pemenangan caleg dapil Sario-Malalayang, Franko Wangko di Jambore Winangun dibakar orang tak dikenal.

Tensi panas jelang pemilu, kerap dilakukan oleh orang-orang tak dikenal untuk membuat resah masyarakat.

Kini masyarakat berharap kasus-kasus seperti ini bisa diusut tuntas oleh pihak kepolisian, karena bisa mengancam nyawa seseorang.

“Kejadian ini bisa saja terulang lagi terhadap orang lain, apalagi saat ini lagi panas-panasnya suhu politik jelang pemilu. Saya harap polisi bisa secepatnya mengungkap kasus ini,” pinta Bento Rumambi, warga Kairagi Dua, kecamatan Mapanget Kota Manado.

Penulis : Emmanuel Athlon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed