oleh

Baliho Caleg Golkar Dirusak, Posko Nasdem Dibakar

Semakin dekatnya hari pencoblosan calon Anggota Legislatif (Caleg) di Kota Manado, membuat persaingan semakin memanas.

Tensi tinggi dalam mengambil simpati pemilih, membuat beberapa caleg mengambil langkah kotor untuk menjatuhkan lawan mereka, dengan cara-cara yang tidak sportif.

Beberapa waktu lalu, beberapa baliho caleg DPRD Sulawesi Utara dari Partai Golkar untuk daerah pemilihan Kota Manado, Jenny Kalalo dirusak orang tak dikenal.

Baliho berukuran besar (4×6 meter) yang dipasang di beberapa titik di Kota Manado, ditemukan sengaja dirusak oleh orang tidak dikenal, yang diduga imbas dari persaingan pemilu 2019.

Cara kotor ini juga menimpa oleh caleg anggota DPRD Kota Manado, dapil Sario Malalayang, Franko Wangko.

Posko pemenangan caleg Partai Nasdem yang terletak di Jambore Winangun Atas, dengan sengaja dibakar oleh orang yang tidak dikenal.

Untuk saja, warga sekitar dengan cepat memadamkan api yang membakar posko tersebut.

Dari pantauan Manadopedia.com, tim dari Inafis Polresta Manado sedang mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari keterangan tim Inafis Polresta Manado, TKP sudah diamankan dengan garis polisi. Sementara polisi masih melakukan olah TKP untuk mengetahui motif pembakaran tersebut.

Terkait pembakaran ini, Caleg DPRD Kota Manado Dapil Wenang Wanea, Fredriek Ishak Lumelente angka bicara.

Menurutnya, cara-cara yang dilakukan terhadap posko Franko Wangko adalah tindak biadap yang harus dilawan. Karena ini adalah tindakan iri hati karena kalah bersaing.

“Seharusnya sesama caleg harus saling menghargai. Karena ini adalah pesta demokrasi yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan sukses, tanpa harus saling menjatuhkan,” kata Didi sapaan akrabnya, Jumat (8/3/2019).

Dia menuturkan, politik itu tidak jahat, manusialah yang mempunyai rencana dan hati jahat.

Demokrasi di Manado, menurutnya mengalami kemunduran bukan kemajuan, dirinya mengajak setiap caleg untuk bersaing secara sehat.

“Ayolah bersaing secara sehat, tidak baik dengan cara anarkis seperti ini, inilah tantangan jika menjadi orang baik, pasti dibenci. Dan hal itu saya juga telah mengalaminya,” ujarnya.

Dirinya meminta pihak Bawaslu dan polisi untuk mengusut tuntas kasus ini, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi kepada caleg lainnya.

“Tolong Bawaslu dan kepolisian untuk usut tuntas pelaku pembakaran ini,” tutup dia.

Penulis : Emmanuel Athlon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed