oleh

Akhir Kisah si Lidah Tajam, Andi Arief

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demkorat , Andi Arief (AA) ditangkap di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, Minggu (3/3/2019). Dia terciduk tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri karena kepemilikan Narkoba.

Kabar tersebut begitu mengagetkan publik. Terlebih di tengah panasnya persaingan jelang hari H pemungutan suara Pilpres. Andi Arief memang belakangan dikenal sebagai sosok kontroversial.

Cuitannya di media sosial serta pernyataannya di media begitu tajam. Dia bahkan terkesan sebagai pedang bermata dua, menyerang kawan maupun lawan.

Publik masih ingat ketika dia menyerang Prabowo dengan menyebut Jenderal Kardus, karena memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden.

Dia juga menyebut Prabowo tak serius ingin menjadi Capres. Ada lagi Arief yang menyindir tagar #2019 Ganti Presiden, sebagai istri muda dan kedok untuk mencari uang.

Akhir Desember, dia menyerang Jokowi soal kasus hukum Novel Baswedan. Dia menantang Jokowi untuk mengganti mata penyidik KPK itu.

Belum cukup dia memprovokasi Doni Monardo ketika gagal dilantik sebagai kepala BNPB. Menurutnya, Monardo sudah dipermalukan karena undangan sudah disebar namun Jokowi malah bertolak ke Lampung.

Yang cukup menghebohkan, adalah soal kabar kontainer yang mengangkut puluhan juta surat suara tercoblos pasangan 01. Cuitan itu kemudian membawanya menjadi terlapor atas dugaan penyebar hoaks.

Kini, tajamnya lidah Andi Arief harus berakhir. Dia harus berurusan dengan hukum karena memakai barang haram.

Hal ini jelas menjadi tamparan bagi Partai Demokrat jelang Pemilu. Apalagi sang Ketum, SBY kini tak bisa berkonsentrasi penuh karena fokus pada perawatan ibu Ani. Ini bisa menurunkan elektabilitas Partai Demokrat.

Baca juga: Publik Akan Nilai SBY Ada di Belakang Andi Arief

Baca juga: Diserang Andi Arief, ini Tanggapan Bijak Ngabalin

Bukan hanya untuk Demokrat, tertangkapnya AA jelas sangat melemahkan posisi pasangan calon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Andi Arief menambah daftar tokoh bermulut tajam dari pihak pasangan 02 yang kini tersangkut masalah hukum. Sebelumnya Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani sudah lebih dahulu merasakan hidup terkurung dalam terali besi.

Seharian penuh linimasa media sosial aktif memperbincangkan penangkapan mantan Staf Ahli Presiden ini. Tentu saja, lengkap dengan perang komentar dua kubu yang berkontestasi dalam Pilpres.

Bagi lawan, mereka mungkin gembira terbebas dari serangan verbal yang sering membuat kuping panas dan membuat emosi memuncak. Sebaliknya untuk para kawan, ini merupakan kerugian besar karena mereduksi amunisi serangan kepada sang rival.

Menarik ditunggu, apakah kehilangan seorang Andi Arief akan berpengaruh signifikan bagi kubu 02 hingga 17 April mendatang.

Penulis: Kayla Carissa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed