oleh

Dua Hari Terkubur, Puluhan Orang Berharap Mukjizat

Upaya evakuasi korban longsor di lokasi tambang Desa Bakan, Lolayan Bolmong Sulawesi Utara terus dilakukan hingga Kamis (28/2/2019).

Sudah ada 25 korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan tambang yang ambruk pada Selasa lalu.

Korban luka-luka baik yang mengalami lukan ringan dan luka berat mencapai 19 orang, dan korban meninggal dunia ada 6 orang.

Kasie Tanggap Darurat BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan menyebut, mereka masih berharap ada korban yang selamat, dan upaya penyelamatan masih terus dilakukan.

“Tim kami masih terus mencari korban lainnya yang kemungkinan masih hidup. Evakuasi agak lama karena lokasi medan yang longsor sangat sulit,” kata Paputungan di lokasi longsor.

Peristiwa longsor ini langsung ditanggapi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara.

Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw mendesak percepatan pembahasan Peraturan daerah (Perda) tentang pertambangan.

Karena dalam perda tersebut, ada beberapa poin yang mengatur tentang Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang masih banyak berkeliaran di hutan Sulut.

“Saya berharap tim SAR masih bisa menyelamatkan lagi korban yang tertimbun, kami DPRD secepatnya menyelesaikan Perda Pertambangan, terutama aturan yang mengatur pertambangan liar,” ujar Angouw.

Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow menyatakan, Pemkab Bolmong tidak memiliki kewenangan untuk menutup tambang ilegal, karena itu adalah kewenangan dari Pemerintah Provinsi Sulwesi Utara.

“Penutupan tambang hanya bisa dilakukan oleh Pemprov Sulut. Jadi kita masih menunggu kabar dari Pemprov. Saat ini fokus kami adalah menyelamatkan korban dulu,” kata Bupati Yasti.

Diketahui, Lokasi tambang liar yang berdekatan dengan wilayah konsesi PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), longsor pada Selasa malam.

Kejadian yang terjadi pada pukul 22.00 WITA, membuat lebih dari 50 warga terkubur hidup-hidup di lubang yang menjadi tempat pengambilan material ini.

Upaya evakuasi dilakukan oleh tim SAR Kotamobagu, BPBD Bolmong, Rescue JRBM, Polsek Laluyan, Koramil Laluyan dibantu warga sekitar.

Lokasi tersebut juga pernah longsor pada Agustus 2018, kepolisian Bolmong telah menyatakan menutup lokasi tambang tersebut.

Namun hanya sebentar ditutup, lokasi tambang ilegal tersebut dibuka kembali oleh warga sekitar.

Penulis : Emmanuel Athlon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed