oleh

Hebat, Total Investasi Masuk Sulut Rp14 Triliun

Awal tahun 2019, Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulawesi Utara, merilis total investasi yang masuk ke Sulut.

Angka yang dirilis sangat fantastis yakni Rp14 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi dari target BKPM Pusat yakni Rp6,7 triliun.

Keberhasilan pemerintahan Olly Dondokambey-Steven Kandouw (ODSK), tak terlepas dari usaha dan terobosan-terobosan yang dilakukan selang setahun.

Kepala Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulut, Henry Kaitjily mengungkapkan, pencapaian ini sangat membanggakan karena jauh dari target awal yaitu hanya Rp2,5 triliun.

“Ini adalah tahun ketiga pemerintahan ODSK, dan investasi ini bisa dibilang sangat wow. Capaian ini juga menjadi semangat kami, untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan inovasi-inovasi terbaru, yang mudah dan efisien bagi setiap investor yang masuk,” kata Kaitjily, Kamis (7/2/2019).

Dia juga menambahkan bahwa capaian tersebut juga adalah rekor tertinggi selama ini. Bahkan sangat jauh dari capaian yang dilakukan oleh gubernur-gubernur sebelumnya.

“Ini merupakan rekor tertinggi investor hadir di Sulut, baik dari sisi penanaman modal maupun investasi lainnya, itu juga sudah termasuk investor lokal dan maupun luar negeri,” ujarnya.

Ditambahkannya, capaian ini bisa saja lebih tinggi apabila semua investasi yang masuk dilapor kepada Dinas.

Karena menurutnya, data yang dirilis adalah data yang masuk dan berhasil direkap oleh Dinas Penanaman Modal Sulut, sehingga masih banyak data yang belum dirilis karena belum dilapor.

“Sebenarnya masih bisa meningkat, bahkan mecapai Rp20 triliun. Tapi sayangnya banyak yang belum melapor kepada kami,” tambah dia.

Dari seluruh investasi yang masuk, Kaitjily menjelaskan, sektor pertambangan adalah yang paling besar, disusul sektor transportasi dan telekomunikasi.

Selain beberapa sektor di atas, sektor energi juga memberikan investasi yang cukup besar. Pembanguna gardu-gardu baru di Minahasa Selatan dan Bitung juga memberi andil dalam nilai investasi.

“Hingga kini memang sektor pertambangan paling tinggi dalam nilai invetasi, tapi sektor-sektor lain seperti transportasi seperti pembangunan jalan oleh Jasa Marga, sektor telekomunikasi dan energi juga berperan penting dalam menaikan nilai investasi di Sulut,” ungkapnya.

Untuk tahun 2019 ini, Pemprov Sulut menargetkan investasi yang masuk bisa lebih besar dari tahun lalu. Itu artinya seluruh pihak diajak untuk terus berbenah dan bekerja dalam menarik investor ke Sulut.

“Tahun ini diharapkan bisa lebih tinggi dari tahun lalu, Pak Gubernur ingatkan untuk kita terus kerja dan kerja lagi,” pungkasnya.

Penulis : Lala Nvidia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed