oleh

Manado Diterjang Banjir dan Tanah Longsor, 3 Tewas

Hujan lebat yang terjadi sejak subuh hingga pagi, di sebagian besar wilayah Sulawesi Utara, menggenangi sebagian wilayah Kota Manado, Jumat (1/2/2019).

Dari pantauan Manadopedia.com, banjir berhasil melumpuhkan sebagian aktivitas warga Kota Manado. Daerah terparah, air menggenangi hingga dua meter badan rumah.

Hingga Jumat malam, banyak lokasi yang masih gelap gulita karena listrik padam. Masyarakat di lokasi rentan banjir juga terus bersiaga, karena hujan lebat kembali turun.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maupun Pemkot Manado, membuka posko banir di sejumlah wilayah.

Gubernur Olly Dondokambey dan Walikota Manado Vocky Lumentut, turun langsung memantau lokasi-lokasi terjadinya banjir. Keduanya menyapa dan membantu warga untuk mengungsi ke tempat yang aman.

Kepada masyarakat, Gubernur Olly mengimbau kepada warga terkena bencana, untuk segera mengungsi ke posko-posko yang sudah didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kondisi cuaca masih tidak menentu, sebaiknya warga mengungsi ke tempat yang aman, Pemerintah akan terus memantau dan membantu warga,” kata Olly kepada korban banir di Kelurahan Mahawu Manado.

Walikota Manado Vicky Lumentut juga mendatangi warga terkena dampak banjir di Wonasa. Walikota mengatakan petugas akan  terus mengevakuasi warga yang kebanjiran dan tanah longsor.

“Pemerintah Kota sedang melakukan pengungsian kepada warga yang kena musibah. Saya imbau untuk semua mengungsi ke tempat-tempat yang aman,” kata Lumentut.

Walikota juga menginstruksikan kepada semua camat, lurah dan kepala lingkungan untuk mendata, serta mengecek kembali warga mereka yang terkena musibah.

Hingga pukul 19.00 Wita, tercatat ada tiga korban yang meninggal akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di Manado.

Korban banjir adalah warga Kombos Timur, Lingkungan tiga, Kecamatan Singkil bernama Richard Ridik Patabone.

Sedangkan dua korban lainnya adalah Jon Tinofes Juarmas warga Taas dan Natalia Lapian, warga Kelurahan Mahawu, Tuminting. Keduanya meninggal karena tertimbun tanah longsor.

Hujan deras ini juga mengganggu aktivitas di Bandara Sam Ratulangi akibat landasan pacu bandara yang tergenang air. Beberapa pesawat yang akan mendarat dialihkan ke Bandara Gorontalo .

Namun kondisi kembali normal pada pukul 15.00 Wita ketika cuaca mulai membaik dan air di bandara kering. Aktivitas penerbangan akhirnya bisa kembali normal.

Diketahui, selain banjir dan tanah longsor, hujan juga mengakibatkan beberapa pohon tumbang di jalan-jalan protokol di Kota Manado.

Sedangkan wilayah-wilayah yang terdampak bencana banjir diantaranya, Kelurahan Taas,  Dendengan Dalam, Kampung Tuna, Kelurahan sumompo, Lapangan Tikala dan POM Bensin Tikala.

Ranomuut, Pacuan Kuda, Perkamil, Lapangan Koni Sario, Lembaga Pemasyarakatan Tumintung, Bailang, Mahawu, dan Jalan Bethesda Manado.

Penulis : Emmanuel Athlon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed