oleh

Unsrat Berbudaya Menerobos Revolusi Industri 4.0

Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Sulawesi Utara, siap mencetak lulusan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan era digital saat ini.

Hal ini dikatakan Rektor Unsrat, Ellen Joan Kumaat dalam Rapat Kerja (Raker) awal tahun, di Gedung Auditorium Unsrat , Kamis (10/1/2019).

Raker yang bertema tema ‘Unsrat Berbudaya Menerobos Revolusi Industri 4.0’ dihadiri Irjen Kemenristekdikti , Jamal Wiwoho. Tampak juga Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im turut memberikan arahan lewat video.

Hadir sebagai peserta rapat kerja para pimpinan Fakultas, Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, Koordinator Program Studi dan Kepala Laboratorium. Ada juga Kepala Bagian dan Kepala Sub-Bagian yang berada di lingkungan Unsrat.

Menurut Kumaat, Unsrat harus membangun ekosistem Perguruan Tinggi (PT) yang bisa merespon industri 4.0.

“Hal ini harus dimulai dengan perubahan pola pikir dan paradigma dari pimpinan unit kerja, staf pendidik dan kependidikan,” katanya.

Lanjut Kumaat, Unsrat harus menyatukan persepsi mencetak lulusan yang mempunyai kompetensi pengetahuan dan teknologi digital, sosial dan motivasi life long learning.

“Kita perlu melakukan re-orientasi kurikulum yang dapat merespon perkembangan teknologi digital yang setiap saat terus berkembang,” katanya.

Tambah Kumaat, Unsrat akan memperbanyak mobilitas peserta didik (Student mobility) lewat magang dan internship yang bertujuan memperkaya pengalaman mahasiswa.

Dia menegaskan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) harus menjadi fokus civitas akademika Unsrat sebagai tugas dan fungsi utama.

“Presiden Joko Widodo selalu mengingatkan soal SDM Indonesia yang harus mampu menghadapi dan memanfaatkan peluang dari perubahan dan perkembangan teknologi yang terjadi,” jelasnya.

Hal menarik, para peserta Raker cukup terlihat menggunakan pakaian adat Nusantara. Hal ini mengingatkan kebiasaan Presiden Jokowi yang mengharuskan para menteri dan pejabat, menggunakan pakaian adat dalam kegiatan kenegaraan.

Diketahui, Industri 4.0 merupakan nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Ini termasuk sistem siber-fisik, internet, komputasi awan dan kognitif.

Istilah ini pertama kali dipakai dalam sebuah proyek teknologi canggih Jerman yang mengutamakan komputerisasi pabrik. Industri 4.0 kembali diperkenalkan di Hannover Fair tahun 2011.

Empat prinsip rancangan dalam Industri 4.0 yakni Interoperabilitas, Transparansi informasi, Bantuan teknis dan Keputusan mandiri.

Penulis: Kayla Carissa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed