oleh

Tepis Isu Politis, Ngabalin : NYIA Bukti Kehebatan Anak Bangsa

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Komisaris PT Angkasa Pura I, Ali Mochtar Ngabalin meninjau lokasi proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA), di Kulon Progo Yogyakarta, Selasa (8/1/2019).

Dalam peninjauan itu, jajaran Direksi Angkasa Pura I menjelaskan perkembangan pembangunan Bandara Kulon Progo kepada orang nomor satu di Yogyakarta tersebut.

Pemaparan meliputi pekerjaan terbaru, detail pekerjaan hingga target penyelesaian. Disebutkan, target operasional bandara tersebut pada awal April 2019

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengingatkan, pembangunan bandara NYIA harus mengutamakan aspek profesional.

Pemerintah menurutnya, akan memberikan dukungan penuh demi tercapainya target operasional di bulan April 2019. Lanjut Sultan, kemungkinan Presiden Jokowi akan meninjau pembangunan bandara tersebut dalam waktu dekat.

“JIka ada masalah segera hubungi pemerintah Kabupaten (Kulon Progo) dan pemerintah provinsi (Yogyakarta), untuk mencari solusinya. Bulan Januari atau Februari, presiden akan melihat perkembangan proyek bandara,” katanya.

Dia juga berjanji segera akan mempromosikan NYIA saat kunjungannya ke Finlandia, pertengahan Januari.

Sementara itu, Komisaris PT Angkasa Pura I, Ali Mochtar Ngabalin menjelaskan, Presiden Jokowi menaruh perhatian besar terhadap pembangunan bandara NYIA.

Lanjut dia, pembangunan ini menjadi sejarah dunia karena menunjukkan kehebatan anak-anak negeri menghadapi proyek besar.

“Bayangkan, bandara seluas 587 hektare dibangun dengan target delapan bulan. Sebuah pertaruhan tapi ternyata bisa dilakukan lewat delegasi PT AP, PT PP Persero (kontraktor) dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah. Ini rekor dan sejarah baru di dunia,” katanya.

Ngabalin yang juga menjadi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden menegaskan, proyek ini tak ada kaitannya dengan unsur politik.

“Mulai ada isu berhembus, proyek ini dikebut karena kepentingan capres. Tudingan itu sangat tendensius dan tidak rasional. Sekali lagi saya tegaskan, Bandara Kulon Progo jauh dari unsur politik,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat sudah tahu cara kerja presiden Jokowi yang ingin menyelesaikan pembangunan dengan cepat dan profesional.

“Beliau terus bekerja siang dan malam. Membangun infrastruktur, SDM, pemberdayaan ekonomi, peningkatan pendidikan dan kesehatan, dan lainnya untuk kepentingan rakyat. Tidak perlu berlama-lama jika itu untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Diketahui, New Yogyakarta International Airport (NYIA) sudah memasuki pekan ke-25 pembangunan. Bulan April 2019 direncanakan sudah menyelesaikan fasilitas runway, rapid taxiway, holding bay, exit taxiway, paralel taxiway, apron, dan taxiway apron.

Selain itu, beberapa toll gate direncanakan sudah difungsikan termasuk  gedung terminal area boarding timur, bangunan sub station, imigrasi dan bea cukai.

Untuk terminalnya, April 2019 direncanakan sudah menyelesaikan terminal internasional seluas 12.920 meter persegi, dari total luas terminal 210 ribu meter persegi. Panjang runway 3.250 x 45 meter dan apron 23 parking stand seluas 159.140 meter persegi.

Lima rute penerbangan dipastikan bakal masuk ke Bandara Kulon Progo. Ini adalah pengalihan lima flight maskapai Air Asia dan Silk Air yang kini beroperasi di Bandara Adisutjipto. Ada juga tiga flight yang berstatus pending.

Beberapa Maskapai Turki, Timur Tengah, dan Thailand juga sudah mulai menjajaki rute penerbangan langsung ke Bandara di Kecamatan Temon itu. (sumber: merdekautara.com).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed