oleh

Masyarakat Harus Waspadai Politisi Berwatak PKI

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin berjanji akan terus memberikan perlawanan kepada para pembuat kekacauan di Indonesia.

Hal ini disampaikan kepada merdekautara.com, Jumat (4/1/2019), menanggapi keresahan masyarakat terkait kabar bohong soal kontainer berisi puluhan juta suara.

Menurut Ngabalin, cara-cara seperti itu merupakan watak dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Dia menjelaskan, PKI memiliki ciri khas yakni memberikan keresahan dalam masyarakat.

“Mereka menyebarkan kabar bohong atau hoaks yang bertujuan memberikan keresahan dan ketakutan kepada masyarakat. Ini tidak boleh dibiarkan,” geramnya.

Lanjut dia, masifnya penyebaran hoaks sangat jelas bertujuan untuk menjatuhkan wibawa dan kredibilitas pemerintah sah.

“Ini adalah ulah para politisi sampah dengan pengetahuan rendah, peradaban bermasalah yang sudah tidak sabar berkuasa,” katanya.

Dia menambahkan, Presiden Jokowi yang sibuk bekerja siang dan malam untuk Indonesia, masih terus dihantam dengan fitnah dan kabar bohong yang sangat keji.

“Kasihan beliau, Pak Presiden saat ini berkonsentrasi untuk pemulihan dan pembangunan beberapa titik bencana dan sejumlah agenda lain. Justru ada orang dengan moral rendah melakukan perbuatan bejat untuk mendiskreditkan pemerintah dan menciptakan keresahan masyarakat. Sekali lagi, ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya dengan suara meninggi.

Disinggung soal Andi Arief, dia mengapresiasi pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang sudah melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Kita percayakan kepada polisi untuk mengusut tuntas. Saya yakin polisi tahu melihat maksud dari pernyataan dia. Sebagai orang yang belajar komunikasi, saya juga siap menjadi saksi ahli,” jelasnya.

Tambah Ngabalin, orang-orang seperti Andi Arief yang punya peradaban rendah dan sifat kebinatangan tidak boleh dibiarkan masuk ke dalam wilayah politik bermartabat.

“Rakyat tidak bisa membiarkan ini terus terjadi. Ini harus kita lawan bersama. Tidak boleh ada lagi penyebaran fitnah dan hoaks yang membawa keresahan. Ini berbahaya dan bisa memecah belah anak bangsa,” katanya lagi.

Lanjut Ngabalin, dia sudah berkoordinasi dengan rekan-rekannya para dai untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat tentang cara menangkal hoaks.

“Sebagai Ketua Umum PP Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (Bakomubin) masa bakti 2017-2022, saya minta untuk kembali mengingatkan kepada masyarakat tentang cek and ricek. Dalam Alquran diingatkan juga untuk bertabayun, apalagi ketika menerima kabar dari orang yag diragukan kapasitasnya,” katanya.

Ngabalin juga meminta pihak Bea dan Cukai untuk segera melakukan pernyataan terkait kabar tersebut.

“Ini untuk kewibawaan pemerintah, Bea Cukai harus merilis data traffic untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat,” tutupnya. (merdekautara.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed