oleh

Mahfud MD Duga Isu Surat Suara Sengaja Dilempar untuk Mengacau

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menanggapi kabar bohong soal merapatnya tujuh kontainer berisi puluhan juta surat suara yang dicoblos untuk pasangan nomor satu, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Dalam akun Twitternya @mohmahfudmd, mantan Menteri Pertahanan di era Presiden Gus Dur ini, mengaku sudah tidak percaya ketika pertama kali mendengar kabar tersebut. Secara logika, menurutnya hal itu tidak bisa dilakukan karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum mencetak surat suara.

“Tak masuk akal kalau ada tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos untuk Pemilu 2019. KPU belum mencetak surat suara, speciment juga belum ditentukan,” tulisnya.

Jelas Mahfud MD, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum bisa memalsukan surat suara. Kata dia, sebelum mencetak surat suara harus ada contoh yang disepakati (speciment).

Contoh surat suara ini, kata dia akan ditunjukkan kepada masyarakat dan diumumkan secara terbuka.

“Setelah itu dicetak dengan pengawasan ketat. Setelah itu baru bisa dicetak yang palsu. Jadi tak logis jika sekarang sudah ada 7 kontainer surat suara yang dicoblos,” tulisnya lagi.

Mahfud MD menduga ada pihak yang sengaja menghembuskan isu ini agar situasi jelang Pemilu 2019 menjadi kacau.

“Mungkin itu trik politik, mungkin juga gerakan untuk mengacau,” tambahnya lagi.

Mahfud mengapresiasi langkah KPU dan mendukung pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, sekaligus mencari aktor intelektual di balik penyebar keresahan warga bangsa.

Diketahui, usai mendapati laporan soal beredarnya kabar tersebut, Ketua KPU Arief Budiman ditemani sejumlah komisioner dan pihak Bawaslu langsung mendatangi kantor Bea Cukai, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1/2019) pukul 23.10 WIB.

Dari pemeriksaan, KPU dan Bawaslu bersama Bea Cukai memastikan, isu kedatangan tujuh kontainer yang memuat puluhan juta surat suara adalah bohong.

“Kami pastikan berita kedatangan tujuh kontainer yang memuat surat suara yang sudah dicoblos adalah kabar bohong atau hoaks. Kabar ada TNI AL yang menemukan dan pihak KPU sudah membuka satu kontainer, juga kami pastikan tidak benar,” tegas Arief Budiman dalam konferensi pers, di Kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Rabu (2/1/2019).

Komisioner KPU Hasyim Asy’ari menambahkan, hingga kini surat suara belum dicetak. Menurut Hasyim, KPU adalah satu-satunya pihak yang dalam undang-undang ditugaskan untuk mengadakan surat suara. (merdekautara.com).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed