oleh

Jelang Pilpres, Jokowi Minta Semua Pihak Jaga Ketenangan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketenangan menjelang masa pelaksanaan Pemilihan Presiden 2019.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi ketika menanggapi kabar bohong tentang tujuh kontainer yang memuat puluhan juta surat suara yang sudah dicoblos.

“Marilah kita hindari fitnah-fitnah seperti itu. Ini sudah mendekati Pilpres. Semuanya menjaga ketenangan. Semuanya harus sejuk dalam menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan politik, sehingga tidak menjadi pikiran-pikiran jelek dari masyarakat,” kata Jokowi, di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis, (3/1/2019).

Secara khusus, dirinya mengimbau semua pihak untuk menghindari perbuatan menyebar fitnah, karena dapat dikenakan sanksi hukum bagi pelakunya.

Menurutnya, kabar hoaks serupa itu dapat menimbulkan keresahan dan pikiran-pikiran negatif di tengah masyarakat. Masyarakat nantinya bisa saja beranggapan telah terjadi kecurangan dalam pesta demokrasi lima tahunan.

“Itu bisa menimbulkan pikiran-pikiran negatif, pikiran-pikiran jelek mengenai kecurangan. Hindari hal-hal yang berkaitan dengan hoaks dan fitnah seperti itu,” tegas Jokowi.

Diketahui, sehari sebelumnya beredar rekaman suara yang menyebutkan ada tujuh kontainer dari China yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Disebutkan, dalam setiap kontainer itu ada sepuluh juta suara yang tercoblos untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Baca: Ngabalin: Bahaya, Andi Arief Ingin Gagalkan Pemilu

Hal ini kemudian turut disebarkan politisi Partai Demokrat, Andi Arief di media sosialnya. Postingannya tersebut kemudian membuat kehebohan dan keresahan di masyarakat.

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya, karena ini kabar sudah beredar,” tulis Andi Arief dalam twitternya.

Pihak KPU dan Baswalu yang menerima informasi itu, langsung mengecek lokasi yang dimaksud. Nyatanya, kabar yang beredar tersebut ternyata bohong. Cuitan Andi Arief juga langsung dihapus dari media sosialnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman bersama jajarannya sudah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian. Arief Budiman meminta penyebar berita bohong dan meresahkan itu ditangkap, termasuk yang menuliskannya.

Pihak KPU sendiri, sampai saat ini belum mencetak surat suara untuk logistik Pemilihan Presiden. Komisioner KPU, Hasyim Asyari menjelaskan, pengadaan logistik berupa surat suara masih dalam proses lelang. Rencananya, surat suara akan diproduksi pada pertengahan Januari 2019. (merdekautara.com).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed