oleh

Ngabalin: Bahaya, Andi Arief Ingin Gagalkan Pemilu  

-Berita Utama-1.915 views

Nama politisi partai Demokrat, Andi Arief terus membuat heboh Indonesia dengan cuitannya. Dalam beberapa hari terakhir, dia membuat banyak pihak sangat resah.

Usai menyerang Presiden Jokowi dan memprovokasi Letjen Doni Monardo, kini dia membuat gelisah publik dengan kabar kecurangan Pemilu.

Dalam cuitannya dia meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera memeriksa kontainer yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Hal ini disebutkan Andi, karena ramai beredarnya rekaman suara misterius soal tujuh kontainer dari China yang  tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dalam setiap kontainer itu, disebutkan ada sepuluh juta suara yang tercoblos di kolom pertama, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Pihak KPU dan Baswalu yang menerima informasi itu, langsung mengecek lokasi yang dimaksud. Namun, ternyata kabar yang disebarkan Andi Arief itu ternyata bohong alias hoax. Cuitannya juga sudah dihapus dari media sosialnya.

Ketua KPU, Arief Budiman bersama jajarannya sudah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian. Dia meminta penyebar berita bohong dan meresahkan itu ditangkap, termasuk yang menuliskannya.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin menanggapi hal itu, tampak menahan emosi. Menurutnya apa yang dilakukan Andi Arief sudah benar-benar keterlaluan.

“Publik bisa menilai bagaimana besarnya kebencian yang terus dikeluarkan Andi Arief. Dia terus memberi ketakutan kepada masyarakat dan ingin menjatuhkan wibawa dan kredibilitas pemerintah sah,” kata Ngabalin kepada merdekautara.com, Kamis (3/1/2019).

Ngabalin menduga, ada upaya dari Andi Arief dan kelompoknya untuk menggagalkan pesta demokrasi Pemilu 2019.

“Andi Arief ingin menggagalkan Pemilu 2019, bahkan ingin membuat bangsa ini perang saudara. Sangat berbahaya. Coba perhatikan, dia terus mengeluarkan pernyataan fitnah dan tendensius agar sesama anak bangsa saling bermusuhan. Ini tidak boleh dibiarkan,” tambahnya.

Tambah Ngabalin, Andi Arief ingin menciptakan rasa saling curiga dan tidak percaya terhadap lembaga independen penyelenggara Pemilu. Bisa jadi, kata Ngabalin jika kalah nanti ada pihak yang menuding KPU dan Bawaslu tidak netral.

“Pebuatan dia sangat jahat. Masyarakat harus bangun dan sadar, jangan sampai termakan pola permainan seperti ini. Saling mengingatkan kepada saudara dan teman terdekat. Pola ini kelihatan sudah terstruktur dan sengaja dimainkan,” katanya.

Jelas Ngabalin, penggiringan opini publik sengaja dimainkan kelompok lain agar timbul rasa marah dan benci masyarakat terhadap pemerintah.

“Sebelumnya dia menyerang Presiden Jokowi karena kasus Novel Baswedan, kemarin dia memprovokasi Letjen Doni Monardo, sekarang dia menyebar berita yang melemahkan KPU dan Bawaslu. Entah nanti apalagi,” katanya.

Lanjut Ngabalin, ada banyak tokoh serupa yang berada di kelompok pendukung Prabowo-Sandi yang mempunyai karakter dan tugas yang sama. Bahayanya kata dia, ada beberapa orang yang justru seperti diposisikan sebagai orang luar atau netral namun jelas-jelas mendukung Prabowo-Sandi.

“Lihat Andi Arief, dia seperti tidak mendukung sepenuhnya Prabowo. Ada juga Rocky Gerung yang selalu menyebut dirinya akademisi dan pengamat yang netral, tapi kenyataanya mereka itu pendukung Prabowo. Masyarakat harus awas dan jeli dengan orang-orang seperti ini,” kata dia.

Ngabalin mengapresiasi langkah KPU yang melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian. Dia juga mendukung pihak kepolisian untuk menuntaskan masalah ini.

“Mari kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk menangkap para provokator dan penyebar berita bohong. Itu sangat jahat, meresahkan dan memecah belah persatuan,” tutupnya. (Sumber: merdekautara.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed