oleh

Chatib Basri Cs Jadi Penasihat Senior Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengangkat sebelas nama menjadi penasihat senior Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Sebelas nama yang berasal dari lintas bidang dan latar belakang keilmuan itu nantinya akan memberikan pandangan dan masukan kepada Moeldoko.

Hal ini disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin kepada merdekautara.com, Kamis (3/1/2019).

Menurut Ngabalin, hal tersebut adalah wajar dalam sebuah organisasi modern. Langkah ini kata dia, untuk mengoptimalkan semua keputusan yang diambil dari Kantor Staf Kepresidenan.

“Mereka dipilih berdasarkan ilmu dan kepakaran yang dimiliki. Sejumlah nama itu nantinya akan memberi masukan dan nasihat kepada Kepala Staf Kepresidenan, Pak Moeldoko sebelum mengambil langkah dan keputusan,” kata Ngabalin.

Dia menegaskan, langkah ini jangan dipolitisir pihak tertentu untuk menjatuhkan wibawa pemerintah demi kepentingan politiknya.

“Mengangkat penasihat itu adalah hal yang wajar, karena kita butuh masukan dari mereka yang pakar di semua bidang. Langkah ini jangan dipolitisir untuk kepentingan politik jelang Pilpres,” tegasnya.

Dari sejumlah nama yang diangkat, ada nama Chatib Basri, mantan menteri keuangan zaman Presiden SBY. Dia menjabat sejak 21 Mei 2013 hingga 20 Oktober 2014.

Selain itu ada nama Kuntoro Mangkusubroto, mantan menteri pertambangan dan energi Kabinet Reformasi Pembangunan di era Presiden Soeharto dan Presiden Habibie. Dia menjabat 16 Maret 1998 hingga 20 Oktober 1999.

Kuntoro Mangkusubroto juga pernah menjabat Direktur Utama PLN tahun dan Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan/UKP4.

Ada juga nama Andi Widjajanto, mantan Sekretaris Kabinet yang menjabat 3 November 2014- 12 Agustus 2015. Putra Theo Syafei ini dikenal juga sebagai pengamat pertahanan.

Berikut 11 nama yang diangkat menjadi Penasihat Senior Moeldoko:

Chatib Basri (Mantan menteri keuangan),

Kuntoro Mangkusubroto (Mantan kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan/UKP4),

Andi Wijayanto (Mantan sekretaris kabinet),

Syahrul Yasin Limpo (Mantan gubernur Sulsel),

Imam Prasodjo (Sosiolog),

Makmur Keliat (Pakar hubungan internasional),

Rakhmawati Husein (Anggota kelompok penasihat Central Emergency Response Fund PBB),

Yando Zakaria (Pakar pertanian, pertanahan, dan pembangunan perdesaan),

Haryadi (Pakar politik Universitas Airlangga),

Edy Priyono (Ekonom Universitas Indonesia).

Jonathan Tahir (Deputy Chairman Mayapada Group). (Sumber: merdekautara.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed