oleh

Isu Islam Berbalik Arah Serang Prabowo-Sandi

Hari H pemilihan orang nomor satu dan dua di negeri ini kian hari makin mendekat.

Segala jurus kampanye mulai dikeluarkan untuk memikat hati para pemilih, terlebih mereka yang belum menentukan pilihan.

Yang menarik digarisbawahi, konstelasi politik kini berubah. Isu berbau Islam sekarang berbalik menyerang kubu Prabowo-Sandi.

Bukan rahasia lagi, selama ini banyak pihak yang selama ini terafiliasi dengan kubu Prabowo-Sandi menggunakan isu islam untuk menyerang Jokowi.

Munculnya permintaan Prabowo menjadi Imam Salat dan membaca Quran menjadi ramai. Isu ini berhembus karena banyak pihak meragukan kedalaman ilmu Prabowo dalam Islam.

Tampak sekali kepanikan kubu Prabowo- Sandi. Sejumlah alasan cenderung berkelit, menjadi cara untuk meredam isu tersebut. Belakangan, Prabowo seperti mengakui dirinya tidak layak menjadi Imam Salat dan tidak lancar membaca Alquran.

Prabowo memang pernah mengaku bukan berlatar belakang sebagai Islam Santri, melainkan Islam Abangan. Namun, menjadi pemimpin Salat dan membaca Quran adalah hal mendasar bagi seorang muslim. Tak perlu kemampuan luar biasa ala Kiai lulusan Mesir untuk dapat melakukan hal tersebut.

Belum selesai hantaman terhadap Prabowo, muncul lagi video cara berwudu Sandiaga Uno. Debatable memang, dua pandangan menilai sah tidaknya Sandiaga mengambil wudu dengan air tidak mengalir.

Selama ini terkonfirmasi, banyak isu Islam memang ternyata sengaja dilempar kubu anti Jokowi untuk mendiskreditkan nama dan elektabilitasnya. Apalagi pengakuan La Nyalla Mattalitti yang mengaku menjadi pelaku utama penyerang Jokowi dengan fitnah.

Publik ingat ketika kabar kain ihram Jokowi saat melakukan umrah disebut terbalik. Pun begitu, ketika Presiden RI Joko Widodo menjadi Imam dalam Salat Ashar berjamaah di Afganistan, Senin (29/1/2018), dikatakan tidak benar.

Belum lagi lafal penyebutan Al-Fatihah yang disebut Alfateka oleh Jokowi, ramai dijadikan konten serangan. Atau masih banyak lagi.

Lain pihak, Prabowo-Sandi justru selama ini dianggap mewakili Islam karena label hasil ijtimak para ulama. Ditambah Sandiaga yang digelari santri dan meningkat menjadi ulama dari pihak sebelah. Selama ini ingin dikesankan, Islam itu Prabowo-Sandi.

Tapi, situasi berbalik di penghujung Desember. Hal ini membuat mata publik terbelalak dan tersadar. Senjata yang sejak dulu digunakan untuk menaikkan elektabilitas kini justru berbalik arah.

Entah isu apa yang akan kembali dihembuskan dalam babak final, tiga bulan terakhir. Yang pasti, publik kini mulai pintar menyadari, isu Islam selama ini mencuat ternyata hanya sebagai alat politik, bukan murni memperjuangkan Islam.

Menarik mengikuti perkembangan selanjutnya dalam setiap pekan bergulir. Entah isu Islam akan terus digunakan untuk peluru, atau akan berganti dengan amunisi lain.

We’ll wait and see

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed