oleh

Andi Arief Provokasi Monardo, ini Balasan Ali Mochtar

Politisi Partai Demokrat, Andi Arief kembali melontarkan pernyataan kontoroversial berbau provokatif.

Andi menyebut Letjen Doni Monardo telah dipermalukan pemerintah karena batal dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurutnya, Monardo dipermalukan karena undangan sudah disebar tapi mendadak dibatalkan. Kata dia, Monardo pasti malu dengan keluarga, kesatuan dan khalayak ramai.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin langsung meradang. Ali mengatakan, pernyataan seperti itu sangat provokatif dan tidak mendidik masyarakat.

“Presiden mendadak mengunjungi lokasi bencana tsunami sekaligus bertemu para korban terdampak tsunami. Beliau ingin memberikan semangat dan harapan baru bagi korban bencana di tahun baru,” katanya kepada manadopedia, Rabu (2/1/2019).

Lanjut Ali, Andi Arief harusnya menggunakan empati melihat kondisi para korban bencana, bukan sibuk memprovokasi demi meraih suara.

“Bencana ini kejadian luar biasa, presiden ingin langsung bertemu dengan para korban bencana. Saudara Andi dan timnya harusnya melakukan langkah yang sama untuk meringankan penderitaan para korban,” tambahnya.

Soal pelantikan kepala BNPB, kata Ali tetap akan dilaksanakan karena Laksamana Muda TNI (Purn) Willem Rampangilei sudah memasuki masa pensiun.

“Masalah pelantikan tinggal masalah waktu. Jadi saya tegaskan, politisi kacangan jangan bermain di air keruh untuk memprovokasi masyarakat, ini bahaya buat keutuhan bangsa,” geramnya.

Jelas Ali, Letjen Doni Monardo adalah prajurit TNI yang memegang Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Kata dia, prajurit TNI siap membaktikan seluruh hidupnya untuk kepentingan bangsa, kapanpun dan dimanapun.

“Jangan samakan pikiran picik anda dengan prajurit TNI sekelas Letjen Doni Monardo. Setiap hal, selalu dilihat dari sisi negatif dan memprovokasi masyarakat. Pemerintah selalu dianggap salah dan tidak pernah benarnya. Politik itu sejatinya mendidik masyarakat, bukan seperti ini memecah belah,” katanya.

Dia menegaskan, masyarakat harus jernih dan kritis berpikir. Banyak politisi kacangan, kata dia yang sering mengeluarkan pernyataan tanpa dasar, hanya untuk kepentingan kelompoknya.

“Masyarakat bisa menilai, bagaimana bangsa ini bisa maju jika dipimpin kelompok yang selalu apriori dan berpikir negatif. Banyak pernyataan provokasi dan tanpa dasar, menakuti masyarakat,” tambahnya.

Ali Mochtar Ngabalin mengajak seluruh politisi untuk menghadapi tahun politik dengan fair dan gentleman. Kontestasi Pilpres menurutnya adalah pesta demokrasi, bukan untuk mengkotak-kotakkan anak bangsa.

“Mari berkampanye sehat, tunjukkan prestasi dan kelebihan pemimpin kalian. Jangan meraih simpati atau suara menjatuhkan dengan provokasi dan fitnah. Itu sangat jahat dan saya kira masyarakat sudah terlalu pintar untuk menilai,” tutupnya.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed