oleh

Persija-PSM Juara Bersama

Kesebelasan Persija Jakarta berhasil menjadi juara Liga 1 Indonesia, setelah di partai terakhir menghempaskan Mitra Kukar 2-1, Minggu (9/12/2018).

Sayang, di tengah euforia The Jak Mania merayakan pesta juara, muncul isu mafia wasit turut berada di balik kesuksesan Persija meraih juara setelah belasan tahun itu.

Apalagi, pernyataan mantan pemain Timnas Rochy Putiray yang sudah memprediksi bahkan memastikan Persija akan menjadi juara, jauh sebelum pertandingan penentuan ini digelar.

Kemunculan isu itu memang bukan hal baru. Banyak momen dan saksi hidup yang sangat kuat mengindikasikan hal itu. Sejak kepengurusan lama, hal ini sudah menjadi ‘rahasia umum’.

Publik sepak bola harus bijak mengamati hal ini sebagai dua hal yang harus dipisahkan.

Pergantian Ketua Umum PSSI tahun 2016, diharapkan mampu membuat sepak bola Indonesia bersih dan kembali jaya. Sayang, hal itu masih jauh api dari panggang.

Masalahnya, Ketua Umum bukanlah orang super, yang tahu dan bisa menyelesaikan semua masalah. Apalagi kini, Edy Rahmayadi kini terbagi konsentrasinya dalam hal pengawasan, usai terpilih menjadi Gubernur Sumut.

Bisa jadi, persoalan yang mendera sepak bola Indonesia, banyak ‘disetir’ pengurus lama yang tetap nyaman di posisinya. Mundurnya Komite Eksekutif PSSI, Hidayat mulai memperlihatkan ada benang merah dugaan tersebut.

Hal inilah yang harusnya menjadi pintu masuk, orang-orang bersih dan berkomitmen dalam PSSI untuk jujur dan berani bicara. Mereka yang pernah duduk dalam kepengurusan lama dan tak masuk dalam pengurus baru, kini harus jujur atas nama nurani.

Pun begitu, orang-orang seperti Mantan Wakil Ketua Umum Hinca Panjaitan, mantan Sekjen PSSI, Azwan Karim dan yang lain untuk buka suara.

Tujuannya hanya satu, untuk sepakbola Indonesia bersih menuju prestasi. Sungguh memalukan mempertahankan atau mengamankan orang yang tega ‘menjual negara’ untuk keuntungan pribadinya.

Tak adil rasanya, menyerang pemain dan pelatih tim Persija yang sudah berjuang keras bercucuran keringat mengarungi panjangnya kompetisi.

Hampir dipastikan, para atlet dan pelatih pasti tak tahu menahu jika harus menang dengan ‘bantuan wasit’ dalam beberapa pertandingan.

Bagi olahragawan manapun, menang dengan cara tidak terhormat tak akan pernah menjadikannya bangga. Bahkan, kemenangan dengan cara seperti itu hanya akan menyiksanya seumur hidup.

Jika ada oknum pemain atau pelatih yang tega berbuat begitu, sudah dipastikan dia bukan olahragawan sejati. Orang seperti ini sangat mudah dinilai, telusuri saja rekam jejak prestasi dan mentalnya. Tak cukup, lihat lingkarannya dan tanya teman-teman setimnya.

Sayang memang, ketatnya persaingan liga 1 harus dirusak satu dua orang bejat tak punya rasa patriotisme. Sudah saatnya orang-orang bersih berkumpul membabat orang-orang tak bermoral itu. Ini untuk sepakbola dan negara Indonesia.

Bagi seorang olahragawan sejati, kemenangan itu penting. Bisa membawa kebanggaan dan prestise. Tapi cara meraihnya jauh lebih penting. Ini tentang kehormatan dan harga diri melebihi nilai status juara itu sendiri.

Jauh lebih dalam, sebuah kebohongan tak bisa disembunyikan selamanya. Jika benar prestasi direbut dengan cara tak baik, hal itu jua yang pasti akan membenamkannya.

Apapun isu yang berkembang, pemain dan pelatih Persija terlebih The Jak Mania cukup pantas meraih gelar juara. Kita harus memberikan selamat dan applaus  kepada tim Persija.

Sama halnya dengan sang rival, dari segi kualitas dan pantas menjadi juara. Kita juga mesti mengangkat topi dan memberikan pernghormatan setinggi-tingginya untuk tim PSM. Kalian juara meski tanpa piala.

Pun begitu dengan salut untuk Persib bandung yang harus mengarungi sisa liga 1 setelah ‘kartu merah’ pemain ke-12 mereka, suporter fanatiknya.

Sepakbola Indonesia ibarat uang kertas ratusan ribu yang jatuh dalam kotoran hewan. Harus diakui kotor dan bau memang, namun tetap bernilai dan selalu dirindukan.

Butuh tangan yang berani mengangkat dan membersihkannya, untuk kembali berkilap dan berada dalam derajat yang seharusnya. Semua stakeolder harus bersatu dan pastinya diisi orang-orang berintegritas.

Sekali lagi, selamat untuk Persija Jakarta yang tampil sebagai juara…

Penulis: Bang Kipot

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed