oleh

Rokok dan Miras Ilegal Marak di Sulut

Kerja keras yang dilakukan tim Operasi Gempur (OG) Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, berhasil mengungkapkan ribuan botol minuman keras (miras) berbagai merk impor ilegal.

Sebanyak 157 dus miras ilegal disita dari sebuah gudang dikawasan Bisnis Megamas Manado. Jumlah keseluruhan miras yang disita berjumlah 1.887 botol.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sulbagtara, Cerah Bangun mengatakan, operasi ini dilakukan karena sejak beberapa tahun terakhir, peredaran miras ilegal di Sulut tak terkendali.

“Miras ilegal sangat banyak, peredarannya tidak terbendung lagi, tim kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan ilegal ini,” katanya kepada media.

Petugas bea cukai masih tarsus melakukan pengembangan kasus terkait penggerebekan ini.

“Tunggu sajalah, akan kami ungkup juga, saat in masih dilakukan pengembangan,” ujarnya.

Hingga kini ada beberapa saksi yang masih dalam pemeriksaan bea cukai, untuk mencari tahu siapa otaknya. Cerah Bangun menambahkan, miras ilegal ini dikirim dari Surabaya dengan menggunakan pesawat.

Dari barang bukti yang disita dari lokasi penggeberakan, ribuan miras berbagai merk ini diperkirakan bernilai Rp1,8 miliar.

“Ada banyak miras dengan berbagai merk, ini merugikan negara sebanyak Rp1,8 miliar,” lanjutnya.

Total 1,887 botol yang disita, sebanyak 300 botol miras impor golongan B dan 1.587 botol miras impor Golongan C.

Saat ini semua barang bukti miras ilegal telah diamankan di Gudang kantor Kantor Bea Cukai.

“Petugas sudah membawa semua barang bukti ke gudang kami, semuanya sudah ada disana. Tinggal kami memeriksa para saksi untuk mengungkap jaringan ini,” tambah dia.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan, Cukai dan Humas, Imam Sarjono menjelaskan, merk miras yang disita seperti Chivas Regal, Black label, Jack Daniel’s, Hennesy VSOP, Tequila, serta merk lainnya.

Lebih lanjut Sarjono memaparkan, cara kerja penyeludupan adalah dengan cara merekatkan pita cukai palsu, dan pita cukai bekas pada tutup botol miral ilegal.

Modus ini yang membuat miras ilegal tersebut berhasil lolos dari pemeriksanaan di bandara.

Kasus ini menurutnya, bisa menjadi perhatian bagi masyarakat untuk dengan tegas dan berani, melaporkan temuan-temuan yang teridikasi barang ilegal.

“Masyarakat jangan takut, bila mencurigai ada barang ilegal, segera lapor kepada kami,” katanya.

Selain miras ilegal, peredaran rokok ilegal di pasaran khususnya di Sulawesi cukup tinggi, dari data bea cukai angka peredaran mencapai angka 7 persen.

Bila dilihat data pusat, Sulawesi  Bagian Tenggara dan Utara masuk dalam daerah kategori hijau untuk peredaran rokok ilegal.

Untuk mengantisipasi peredaran rokok ilegal, bea cukai terus lakukan pengawasan dan mengkampanyekan stop rokok ilegal.

Penulis : Emmanuel Athlon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed