oleh

Pemerintah-Polri Jangan Tutup Mata Soal Tambang Ilegal

Pertambangan ilegal yang menjamur di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara sangat mengancam warga sekitar.

Mirisnya, pemilik Pertambangan Tanpa Ijin (Peti) di Ratatotok kini bukan hanya milik warga sekitar, namun juga ada beberapa yang disinyalir menjadi milik warga asing.

Ini tentunya sangat tidak bersahabat, karena pengusaha tambang ilegal hanya mementingkan keuntungan, tanpa berpikir akan merusak lingkungan, bahkan mengancam nyawa penduduk sekitar.

Dampak buruk penambangan illegal ini juga disorot pihak legislatif Kabupaten Minahasa Tenggara. Ketua fraksi PAN DPRD Mitra, Kisman Hala mengusulkan semua tambang tak berizin ditutup saja.

Anggota DPRD asal Ratatotok ini sangat mencemaskan dampak lingkungan hidup ke depan, bila tambang dibiarkan berkeliaran.

“Sebagai utusan dari daerah pemilihan Belang-Ratatotok, saya harap perhatian pemerintah. Bila perlu semuanya ditutup saja supaya tidak ada masalah lagi,” katanya kepada media.

Ketua Ormas Barisan Garuda Indonesia (Badai), Frangky Barents mengatakan Pemerintah Provinsi sebagai pemilik kewenangan peraturan tambang, harus segera bertindak.

Barents menyebut,  pemerintah harus terus mengawasi, terutama hal terkait limbah pengolahannya.

“Saya dengar keluhan masyarakat sekitar, saya meminta Pemprov harus segera bertindak,” katanya kepada Manadopedia.com, Selasa (27/11/2018).

Pemprov juga harus melakukan kajian dampak lingkungan terkait penambang yang memiliki ijin. Jangan lalai karena nasib warga sekitar sudah terancam.

“Bila perlu tambang yang memiliki izin maupun tambang illegal di Ratatotok ini ditutup dulu, sambil menunggu kajian dampak limbah bagi warga sekitar. Apabila tidak layak saya meminta untuk ditutup saja,” tambah dia.

Sas-sus yang mengatakan bahwa ada beberapa oknum pejabat dan anggota kepolisian yang mem-beckup pengusaha tambang di Ratatotok, Barens mengatakan untuk segera ditindak.

“Ada masyarakat yang melapor terkait pengusaha tambang yang selalu dibantu oleh oknum-oknum tertentu sangat memiriskan, kalau sudah begini, saya harap pihak kepolisian segera bertindak,” tegasnya.

Penambangan illegal di Ratatotok sudah belangsung selama puluhan tahun. Sudah banyak hasil yang digerus dari perut hutan disana. Apabila ini terus dibiarkan maka kerusakan hutan, dan limbah bahan-bahan keras yang digunakan akan mengancam kehidupan.

Penulis : Dax Timpal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed