oleh

Anak Telantar Nikmati Rp82 Juta dari Pemerintah

Dinas sosial Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, menggelontorkan dana APBD sebesar Rp82 juta, untuk membantu 26 anak telantar di Kabupaten Bolmong.

Dana tersebut diambil dari APBD tahun 2018, berdasarkan usulan masyarakat kepada pemerintah.

Kepala Dinas Sosial Bolmong, Abdul Bambela mengatakan, ada beberapa kegiatan belajar dan ketrampilan yang difasilitasi oleh Pemkab.

“Mereka dibekali teknik ketrampilan perbengkelan, ada yang kami sudah berikan SIM dan sertifikat. Mereka akan dibina sehingga nantinya bisa memiliki ketrampilan yang cukup untuk mencari pekerjaan maupun wirausaha,” katanya.

Dari jumlah itu, 16 orang anak diberikan SIM dan sertifikat, lalu 10 anak lainnya mendapatkan peralatan perbengkelan yaitu mesin bor, mesin las dan kunci-kunci kendaraan bermotor.

Lanjut Bambela, mereka nantinya akan diberikan pelatihan ketrampilan selama 10 hari di bengkel-bengkel otomotif, untuk mengasah kemampuan mereka.

Selajutnya Pemkab akan memberikan bantuan peralatan bengkel kepada mereka, untuk memulai usaha mereka.

“Saya sangat berharap anak-anak ini akan memiliki ketrampilan untuk bisa bekerja melalui bengkel usaha, yang modalnya sudah diberkan Pemkab Bolmong,” lanjut dia.

Harapannya bagi mereka yang mendapatkan bantuan peralatan ini, bisa betul-betul bekerja dan mengunakan peralatan ini untuk menghasilkan uang.

“Pelaratan ini harus dijaga baik-baik karena merupakan modal usaha, nilainya mungkin tidak seberapa tapi dengan peralatan ini, anak terlantar masih bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhannya,” tutup Bambela.

Pemberian bantuan sosial ini juga merupakan komitmen Pemkab Bolmong, untuk mengasah ketrampilan anak-anak telantar yang mau bekerja dan mandiri.

Rival, seorang anak telantar yang menerima bantuan pelatihan dan alat bengkel, sangat bersyukur bisa diperhatikan oleh Pemkab.

Bersama teman-temannya yang lain, mereka bertekad untuk bisa membuka usaha bengkel, dari pelatihan yang diberikan kepada mereka.

“Awalnya saya sempat putus asa. Saya sudah kerja kesana kemari untuk makan. Tapi dengan bantuan pemerintah ini, saya bisa memiliki ketrampilan dan modal untuk buka usaha bersama teman-teman,” kata Rival.

Dirinya yakin usai mengikuti pelatihan, ilmu yang didapat bisa dimaksimalkan di usaha yang akan dibuka.

“Awalnya yang penting semangat dan berusaha, saya yakin ilmu ini akan berguna bagi saya dan teman-teman kelak,” katanya dengan wajah sumringah.

Penulis : Dax Timpal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed