oleh

Jelang Natal, Pemprov Siapkan 4K untuk Cegah Inflasi

Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, kenaikan harga bahan pokok tidak bisa dihindari. Diperkirakan kenaikan bahan pokok akan terjadi dua minggu sebelum perayaan Natal.

Mengantisipasi hal tersebut, Bank Indonesia bersama Pemprov Sulut membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Rapat koordinasi dalam rangka memantapkan kinerja TPID, BI bersama Pemprov Sulut menggelar rapat bersama, Rabu (21/11/2018).

Rapat tersebut hadir seluruh dinas-dinas di lingkungan Pemprov Sulut. Ini dimaksudkan untuk melakukan koordinasi antara dinas satu dengan dinas lainnya.

“Rapat ini digelar untuk koordinasi antar dinas, dalam menjaga inflasi di Sulut,” Kata Sekretaris Provinsi Edwin Silangen, saat membuka kegiatan tersebut.

Dalam menekan laju inflasi, Pemprov Sulut menawarkan solusi yang disebut 4K. 4K yang dimaksud adalah, Ketersedian pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Lanjut Sekprov, harus ada ketersediaan cadangan pasokan bahan pokok sehingga harga jual bisa terjaga.

Dengan tingginya daya beli masyarakat dalam merayakan Natal, keterjangkauan harga harus bisa dijaga sehingga bisa stabil.

Untuk kelancaran distribusi, Sekprov menekankan jalur transportasi trans Sulawesi harus bebas dari pungutan liar, sehingga pasokan bahan pokok bisa cepat masuk.

Dalam menjaga kestabilan harga, harus juga ada komunikasi yang lancar, sehingga harga di berbagai tempat bisa stabil dan terjangkau.

Selain 4K diatas, Silangen juga menegaskan jika sampai inflasi terjadi dan tidak bisa atasi, maka tidak ada gunanya pertumbuhan ekonomi di Sulut.

“Pertumbuhan ekonomi di Sulut naik, tetapi inflasi tidak bisa kita tekan, maka semua itu tidak ada gunanya,” beber Silangen.

Direktur BI Sulut Soekowardojo menyebut, dari data BI, Sulawesi Utara memiliki inflasi terendah di Sulawesi.

“Kita disini masih paling rendah bila bicara inflasi. Masih dibawah Makassar dan Gorontalo,” ujarnya.

Namun begitu, Soekowardojo mengharapkan kerjasama semua stakeholder di Sulut, sehingga saat perayaan Natal dan Tahun Baru bisa diatasi.

Selain membahas inflasi di Sulut, pertemuan ini juga membahas mengenai kenaikan harga minyak dunia.

“Selain itu, kita juga harus mengantisipasi naiknya harga minyak dunia, transportasi udara serta bahan pokok jelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” pungkas Soekowardojo.

Penulis : Lala Nvidia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed