oleh

Bangun Sektor Kesehatan, Pemprov Utang Rp400 Miliar,

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tidak main-main untuk melayani masyarakat khususnya di bidang kesehatan.

Guna menuntaskan beberapa pembangunan rumah sakit yang sedang berjalan, dan pembangunan rumah sakit baru, pemprov segera meminjam uang merealisasinya.

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengatakan saat ini, pemprov sedang merampungkan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebanyak Rp.400 miliar.

Dana tersebut menurut Wagub, akan digunakan untuk merampungkan beberapa rumah sakit yang belum selesai, yaitu Rumah Sakit Mata Manado dan Rumah Sakit Ratumbuysang Sario.

“Pembangunan rumah sakit masuk dalam road map pemprov dalam bidang kesehatan. Itu harus segera dikerjakan. Kita penetrasi langsung dengan membangun rumah sakit,” kata Kandou, Rabu (21/11/2018).

Ditambahkannya, dana sebesar itu sengaja dipinjam, supaya, tidak mengganggu siklus dari APBD Pemprov Sulut.

“Supaya tidak mengganggu APBD kita pinjam langsung Rp.400 miliar. Untuk pengembaliannya, tiap tahun akan dicicil sebesar Rp.25 miliar.

Namun menurut Kandouw, dengan selesainya rumah sakit yang dibangun, tentu akan berpengaruh dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“PAD diperkirakan akan melebihi nilai angsuran, jadi itu bisa digunakan untuk membayar cicilan,” lanjut Kandouw.

Dari perhitungan Pemprov, PAD yang akan dihasilkan bisa mencapai Rp.60-70 miliar per tahun.

Kandouw menambahkan, pembangunan rumah sakit bukan hanya dibangun di Kota Manado. Namun juga akan dibangun di daerah Kotamobagu.

Namun bedanya, di Kotamobagu sistem penetrasinya melalui hibah. Karena pembangunan Rumah Sakit Kotamobagu akan rampung pada tahun 2019 mendatang.

“RS Kotamobagu hampir rampung. Tahun ini Pemprov sudah mengalokasikan dana sebesar Rp50 miliar. Mudah-mudahan tahun depan sudah kelar dan siap digunakan, dan akan menjadi RS rujukan se Bolmong Raya,” ungkap Wagub Steven.

Diketahui, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, pembangunan rumah sakit harus langsung diselasaikan. Sehingga kalau mengandalkan APBD nantinya pembangunan akan lama, karena menunggu anggaran.

Dengan meminjam uang, pembangunan akan langsung bisa selesai, dan pengembaliannya cepat.

“Kita harus memikirkan sistem investasi. Jadi pembangunan rumah sakit nantinya seperti hotel. Jadi PAD dari investasi ini bisa memberikan pendapatan,” kata Olly.

Pemprov juga akan meningkatkan pembangunan rumah sakit di Kabupaten Minahasa, seperti RS Noongan.

Penulis : Emmanuel Athlon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed