oleh

Bobrok, Oknum PNS Jadi Otak Pencurian di Sejumlah Minimarket

Kepolisian Resort Kota Manado berhasil menangkap para terduga pelaku pencurian dengan Pemberatan (Curat) beberapa minimarket Alfamidi di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa.

Lima orang berhasil ditangkap dalam kasus ini. Parahnya, seorang terduga pelaku diketahui sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Para terduga pelaku yang ditangkap yakni JM alias Jack (33) PNS di Minahasa, warga Tondano, RCK alias Rizal (18) warga Tataaran, VT (17) warga Tondano, BR alias Bryan (26) warga Tataaran dan MR alias Mexel (20) warga Tataaran. Terungkap juga terduga pelaku RCK merupakan eks karyawan Alfamidi.

Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Bambang Waskito kepada media mengatakan, keberhasilan jajarannya menangkap para pelaku berkat pengembangan dari sejumlah informasi.

“Dua pelaku ditangkap di Kota Manado, sementara tiga terduga pelaku lain ditangkap ketika beraksi di Kecamatan Langowan, Kabupaten Minahasa. Total kerugian beberapa minimarket Alfamidi yang menjadi target pencurian diperkirakan  mencapai Rp15 juta,” katanya Senin (12/11/2018).

Waskito yang didampingi Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo dan Kapolresta Manado Kombes Pol Surya Kumara menjelaskan, modus komplotan ini adalah pura-pura datang sebagai konsumen.

“Dalam aksinya ada pembagian tugas. Ada yang pura-pura membeli dan mengalihkan perhatian karyawan. Ketika karyawan lengah, ada yang masuk ke gudang dan mess karyawan untuk melakukan pencurian,” jelasnya.

Para terduga pelaku menurut mantan Kapolda Jabar ini, menggunakan mobil sebagai kendaraan operasionalntuk memuluskan aksi kejahatan mereka.

Lanjut Waskito, ada sejumlah barang bukti sudah diamankan  diantaranya beberapa jenis ponsel pintar, 1 set home theater dan 1 mobil yang digunakan saat beraksi.

“Para pelaku akan diproses sesuai hukum dan perundangan yang berlaku dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” jelasnya.

Selain mengungkap kasus tersebut, Waskito juga menyebutkan, Polresta Manado mengungkap terduga pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) yang marak terjadi belakangan ini.

Sau orang terduga tersangka, AEK alias Angga (17) warga Karombasan Manado ditangkap terkait kasus pencurian di sejumlah apotek dan minimarket. AEK diketahui juga merupakan residivis kasus pencurian pada tahun 2016.

Namun kata Waskito, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua orang yang diduga bekerjasama dengan AEK.

“Dari pengakuan terduga pelaku yang sudah ditangkap, ada 6 lokasi yang menjadi sasaran pencurian. Tiga Apotek dan tiga minimarket,” katanya.

Waskito menyebutkan Lokasi tersebut adalah, Apotek Kimia Farma Mapanget (kerugian Rp21 juta), Apotek Kimia Farma Paniki Jaya (kerugian Rp17 juta) dan Apotek Kimia Farma Ratumbuysang  (kerugian Rp2 juta).

Tiga minimarket yaitu Indomaret Bahu (kerugian Rp4 juta, Alfamart Pineleng  (kerugian Rp5 juta) dan Alfamart Kakaskasen (kerugian Rp5 juta).

Dijelaskan Waskito, dalam melakukan aksinya, para terduga pelaku menggunakan penutup kepala dan masker sehingga tidak dikenali lewat CCTV.

“Mereka hanya butuh waktu sekitar 4 sampai 5 menit. Uang hasil pencurian digunakan untuk pesta minuman keras dan hura-hura. Mereka akan diproses dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” jelasnya.

Kapolda Sulut kembali menegaskan, pihaknya tak akan membiarkan pelaku kejahatan meresahkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya apresiasi kepada Kapolresta dan seluruh tim dalam koordinasi mengungkap kejahatan yang sangat meresahkan masyarakat,” katanya.

Penulis: Kayla Carissa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed