oleh

Kabasaran dan Poco-poco Sukses Pukau Publik Italia

Tari Kabasaran asal Sulawesi Utara dan Poco-poco asal Maluku, mencuri perhatian publik dalam Festival Dell Oriente Italia, di Cararra, Italia.

Kegiatan yang dilaksanakan 1-4 November 2018 ini diikuti sejumlah negara untuk memperkenalkan budaya, kuliner dan pariwisata.

Tari Kabasaran asal Minahasa yang menjadi pembuka kegiatan mendapat perhatian khusus warga Italia yang hadir. Mereka terkesan dengan semangat tarian perang dengan kostum yang unik.

Debby Deborah Mailoor, wakil Indonesia yang tampil di kegiatan tersebut kepada manadopedia.com mengatakan tim Indonesia mendapat perhatian luar biasa dari semua pengunjung.

Wanita cantik yang tampil dengan baju adat suku Dayak tersebut mengaku, Indonesia mendapat sambutan berbeda karena tampil kebudayaan yang beragam.

“Mereka suka dengan tari Kabasaran, tarian perang asal Sulut. Banyak yang meminta berfoto dengan para penari sanggar Bunga Rosi Belanda asuhan Berti Kaparang dan Mieke Runtulalo,” jelas adik tercinta Christina Mailoor ini .

Debby melanjutkan, bukan hanya itu, Batik dan sejumlah kuliner yang ditampilkan dalam show cooking, mengundang antusiasme pengunjung.

Wanita yang sudah 20 tahun tinggal di Belanda ini menambahkan, yang membanggakan ketika para hadirin meminta tarian poco-poco untuk diulangi di akhir acara.

“Meski sudah larut malam, mereka ingin turut menari lagi dengan kombinasi langkah yang unik. Mereka gembira dengan tarian dan lagunya,” kata Debby yang juga terlihat sangat piawai bergoyang poco-poco.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut bisa berjalan baik karena kerja sama semua masyarakat Indonesia di Eropa. Banyak budaya, tempat wisata, tarian dan kuliner asal Indonesia yang berhasil diperkenalkan dalam acara tersebut.

Namun kata Debby, ada hal yang mebuat dirinya dan sejumlah diaspora kecewa. Perwakilan pemerintah ternyata tak hadir meski sudah diundang jauh hari. Bahkan kata dia, alasan yang disebutkan pemerintah tidak masuk akal.

“Harusnya dalam festival seperti ini, pemerintah aktif agar bisa mempromosikan budaya dan bisa mengundang wisatawan,” kata dia didampingi Serly Duyoh, Norma Kaligis, Meiske Warokka dan Kiki Palilingan.

Terakhir, Debby juga menjelaskan jika awal Desember sejumlah warga Manado di luar negeri akan melakukan kegiatan bertajuk Manado International Family (MIF) Pulang Kampung.

“Doakan acara itu bisa terlaksana dengan baik. Kami sudah rindu kampung halaman,” tutupnya.

Penulis: Kayla Carissa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed