oleh

Jadi Sumber Inspirasi, JK Ajak Nobar Film Ahok

Politisi wanita asal Partai Golongan Karya (Golkar), Jenny Kalalo (JK) mengaku terinspirasi dari perjuangan dan cita-cita Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).

Kisah hidup Ahok sejak kecil hingga memutuskan menjadi seorang politisi, memberikan pesan dan inspirasi yang kuat bagi banyak orang.

Kalalo mengaku sosok seperti Ahok dan Jokowi yang membuat dia balik ke ranah politik, meski sudah memutuskan keluar dari Partai Amanat nasional (PAN) sejak tahun 2010.

“Tujuh tahun vakum dari politik membuat saya punya keinginan kembali ke politik. Itu karena terinspirasi sosok seperti Joko Widodo, Ahok dan sejumlah tokoh bersih lainnya,” kata dia.

Lanjut JK, karena mengidolai sosok Ahok, dia mengaku menunggu pemutaran film ‘A Man Called Ahok’. Dia bahkan mengajak sejumlah komunitas dan tokoh lintas agama untuk Nonton Bareng (Nobar) di bioskop.

“Semua pihak antusias mengikuti perjalanan kisah seorang Ahok sedari kecil. Inti dari film itu adalah menanamkan rasa nasionalis dan  tanggung jawab sejak kecil, agar nantinya sebagai generasi penerus bisa membawa perubahan positif untuk bangsa,” katanya kepada manadopedia.com di sebuah pusat perbelanjaan di Manado, Kamis (8/11/2018).

Jenny Kalalo juga berharap, saat bebas nanti Ahok tetap membawa nilai-nilai perjuangan yang sudah ditanamkannya sejak lama.

“Pak Ahok sudah memberikan inspirasi untuk banyak orang termasuk saya. Semoga Pak Ahok terus bisa memberikan sumbangsih untuk pembangunan bangsa,” tambah calon anggota legislatif DPRD Provinsi Sulut Dapil Manado ini.

Terakhir, Kalalo mengucapkan selamat hari Hari Pahlawan tahun ini. Menurutnya, pengorbanan para pahlawan harus menjadi inspirasi dan pelecut kita untuk mengisi kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa ini.

“Dulu para pahlawan berjuang tanpa kenal perbedaan mengorbankan jiwa dan raga untuk satu Indonesia. Kini tugas kita untuk menjaga keutuhan NKRI. Selamat Hari Pahlawan,” katanya.

Diketahui, film A Man Called Ahok diangkat buku hasil karya Rudi Valinka tentang kehidupan Basuki Tjahaya Purnama. Mantan VJ MTV, Daniel Mananta memerankan sosok Ahok.

Dalam film tersebut, diceritakan soalmengguritanya praktik korupsi di Belitung Timur. Hal ini membuat Ahok muda tergerak untuk melakukan perubahan.

Alih-alih menjadi dokter sesuai keinginan ayahnya, dia malah bertekad menjadi politisi. Keinginan Ahok menjadi politisi hanya satu, menghilangkan budaya korupsi di tanah kelahirannya, termasuk membawa perubahan positif lainnya.

Kehadiran film ini sempat menjadi pro kontra di masyarakat. Anggota keluarga dekat Ahok bahkan sempat berbeda penilaian soal film ini. Adik Ahok, Fifi Lety mengkritik film tersebut karena tidak sama sesuai aslinya.

Putri Ahok, Nathania Purnama belakangan meresponya dengan menyindir sang tante. Dia menuliskan definisi kata adaptasi, base dan replikasi dalam sebuah film yang diangkat dari sebuah buku.

Dia juga menuliskan ucapan terima kasih atas semua kru film atas dedikasi dan kerja kerasnya.

Penulis: Rizka Alvira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed