oleh

Arab Saudi Tegas Soal Bendera, Rizieq Shihab Terciduk

Dunia politik Indonesia kembali dihebohkan dengan ditangkapnya pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi.

Rizieq yang sudah dua tahun bermukim di Arab Saudi pasca kasus Ahok, sebelumnya sempat diberitakan dicekal pihak Kerajaan Arab Saudi terkait masa berlaku visa.

Kini, dia diciduk lantaran diduga melakukan aktivitas yang dilarang di Arab Saudi, terkait pemasangan bendera berkalimat tauhid di belakang rumahnya.

Rizieq Shihab sudah sudah dibebaskan kepolisian Arab Saudi dengan jaminan. Namun, persoalan baru mendera, penangkapan itu kini dituding sebagai sebuah rekayasa untuk menjatuhkan nama baiknya.

Kubu Rizieq Shihab menduga ini ada kaitannya dengan hilangnya CCTV yang dipasang di rumahnya dan rencana reuni 2 Desember 2018. Dia bahkan membeber sejumlah fakta yang dinilainya janggal.

Persoalan itu masih dalam proses kepolisian Arab Saudi dibantu pemerintahan RI. Kejelasannya akan diketahui dalam beberapa hari ke depan.

Namun, yang menarik diikuti adalah sikap Kerajaan Arab Saudi soal bendera berkalimat tauhid yang masih diperdebatkan di Indonesia.

Pihak Arab Saudi sudah menegaskan, bendera berkalimat tauhid itu mirip dengan bendera kelompok radikal, Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).

Entah kebetulan, bendera tersebut mirip dengan bendera ormas yang sudah dinyatakan terlarang oleh pemerintah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Uniknya lagi, kerajaan Arab Saudi juga memiliki bendera dengan kalimat tauhid dengan latar hijau ditambah gambar sebuah pedang.

Pelajaran pentingnya, kini publik harus lebih melek dan tegas membedakan antara kalimat tauhid dengan sebuah bendera. Dalam wujud bendera, meski ada kalimat tauhid, itu sudah melambangkan organisasi atau sebuah negara.

Dalam aturan kerajaan Arab Saudi, tegas menyebut warga asing tak diperbolehkan melakukan kegiatan politik apalagi terkait organisasi terlarang.

Menarik diikuti, persoalan hukum di Saudi Arabia bisa saja akan disangkutpautkan dengan iklim politik di Indonesia. Kelompok Rizieq Shihab mungkin akan mengeluarkan sejumlah argumen pembelaan mengarah pernyataan tendensius.

Mungkin publik juga sudah bisa menarik benang merah dan kesimpulan atas sejumlah peristiwa yang terjadi di dalam negeri. Terkait politik atau murni membela akidah?

Wallahualam…

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed