oleh

Dari Lopetegui Kita Belajar Tidak Serakah

Julen Lopetegui resmi dipecat dari jabatan pelatih dari klub raksasa sepakbola Spanyol, Real Madrid, Selasa (30/10/2018).

Keputusan itu diambil petinggi Real Madrid, usai Julen Lopetegui tak bisa mencegah tiga gol Luis Suarez dalam El Clasico yang berakhir 5-1, sehari sebelumnya.

Hasil memalukan dalam El Clasico tersebut tentu saja mencoreng dan menjadikan Madrid sasaran bully dan meme kemarahan pecinta Real Madrid.

Lopetegui digantikan sementara oleh Santiago Solari, pelatih Madrid junior sebelum ada pelatih permanen. Sosok Antonio Conte dan Guti Hernandez nyaring digadang menjadi pelatih baru.

Namun, pemecatan Lopetegui membawa pelajaran penting dari dunia sepakbola. Menjadi pemain atau pelatih tak boleh serakah.

Seperti diketahui, sebelum menjabat pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui adalah pelatih tim nasional Spanyol. Dia justru dipecat hanya beberapa jam sebelum kickoff pertandingan pertama Spanyol di Piala Dunia Rusia 2018.

Alasannya, dia melakukan kesepakatan tersembunyi tanpa memberitahu PSSI-nya Spayol. Alhasil dia melewatkan kesempatan membuktikan diri di piala dunia, sesuatu yang diidamkan semua pelatih.

Lebih jauh ke belakang, Lopetegui justru baru diberi perpanjangan kontrak melatih Spanyol hingga Euro 2020. Dia dianggap berhasil membawa Spanyol tampil impresif dalam 18 laga dengan 13 kemenangan dan 5 hasil imbang.

Tapi, melatih tim juara dunia justru tak membuat dia puas dan fokus menyelesaikan pekerjaannya. Dia lebih tergiur dengan uang lebih besar dan membayangkan hal lebih.

Mungkin dalam bayangannya, dia akan menjadi pelatih tim juara piala dunia, kemudian menjadi klub terbaik sepanjang masa. Hal itu akan menjadikan dia sejajar dengan sejumlah nama pelatih legendaris.

Tapi kenyataannya, jauh berbeda dengan bayangan dan impiannya. Alih-alih menjadi pelatih juara piala dunia, dia tak mempunyai waktu semenit pun dalam piala dunia.

Impian dengan Real Madrid pun berantakan, dia mencatat empat kekalahan dan dua imbang dalam sepuluh laga. Dia bahkan tak sempat menjadi pelatih Christiano Ronaldo yang hengkang saat dia datang. Lopetegui menjadi pelatih kedua dengan durasi terpendek melatih Real Madrid.

Kini Julen Lopetegui mungkin sedang meratapi kegagalan akibat keserakahannya. Hal yang mungkin bisa membuatnya tersenyum adalah kompensasi ratusan miliar akibat pemecatannya.

Penulis: Bang Kipot

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed