oleh

Gubenur Sulut Hipnotis Mahasiswa Unsrat

Kegiatan Talkshow Pancasila Goes To Campus dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda digelar di Auditorium Universitas Sam Ratulangi Manado, Rabu (24/10/2018).

Mengambil tema Membumikan Pancasila di Era Milenial, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) dihadirkam menjadi pembicara.

Di depan mahasiswa Unsrat, Olly memaparkan pentingnya arti pancasila untuk diterapkan dalam kehidupan di dalam kampus.

“Pancasila harus diterapkan dalam jiwa anak muda. Pancasila harus diyakini kebenarannya, dipelajari dan dimengerti. Pancasila juga harus dipahami dan praktekkan didalam kehidupan kita sebagai living ideology,” kata Olly didepan ribuan mahasiswa Unsrat.

Dalam menyampaikan materi, Gubernur Olly aktif dalam berinteraksi dengan mahasiswa. Kaum millennial yang menjadi harapan generasi Sulut kedepan sangat antusias dengan materi yang disampaikan oleh Gubenur Olly.

Olly menyebut, Pancasila adalah lambang Negara yang harus diyakini kebenarannya. Sebagai generasi muda, mahasiswa jangan menginggalkan nilai dan pemahaman arti pancasila.

Gubernur berharap, setiap mahasiswa bisa mengamalkan arti pancasila dalam aktivtas di dalam kampus.

“Kalian adalah masa depan negeri ini. Kalian harus memahami pentingnya sejarah lahirnya Pancasila,” tandas Ketua DPD PDIP Sulut.

Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, kita harus tahu asal usulnya. Kelestarian Pancasila harus dipelihara dari generasi ke generasi.

Rektor Universitas Sam Ratulangi, Ellen Kumaat menyambut baik kehadiran gubernur, yang dengan semangat memberikan pemahaman arti pancasila kepada generasi harapan bangsa.

“Saya rasa semua yang disampaikan Pak Gubernur Olly, harus benar-benar diamalkan dan diterapkan dalam diri masing-masing kita, sebagai mahasiswa Unsrat,” kata Kumaat di Unsrat ketika usai mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Kumaat, selain Pancasila, Mahasiswa juga harus mengerti dan memahami arti dari empat pilar kebangsaan lainnya.

“Mereka juga harus diajarkan untuk memahami UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, juru bicara Unsrat Hezky Kolibu, kepada manadopedia.com, menjelaskan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan kebangsaat kepada mahasiswa yang hadir.

Kini mahasiswa bisa lebih memahami arti kehiduan berkebangsaan. Mereka yang mulanya belum mengerti, bisa mendengarkan langsung dari Gubernur.

“Kita semua berharap setelah kegiatan ini, mahasiswa sebagai generari penerus bangsa, bisa diandalkan dalam menjaga NKRI. Marilah kita menjaganya mulai dari lingkungan kampus,” pungkas Kolibu.

Penulis : Lala Nvidia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed