oleh

Kak Ivrly: Prestasi Bukan Sekadar Meraih Trofi, tapi…

Enam tahun sudah dirinya memberi diri, untuk melayani di Jemaat Imanuel Wawali (Imawa). Pelayananannya tidak sia-sia, kini anak-anak Remaja Imawa bertabur prestasi.

Namanya Ivrly Wuisan, tapi di kalangan remaja dirinya lebih dikenal dengan nama ‘Kak Ivrly’.

Pria dengan segudang talenta ini, tidak pernah terlihat lelah dalam melayani untuk kemuliaan nama Tuhan bersama anak-anak Remaja GMIM.

Kesabaran dan keuletannya kini dijawab Tuhan, Remaja Imawa bisa memiliki mental dan prestasi di manapun mereka pergi dan melayani.

“Tahun ini menjadi kebanggaan bersama mereka, sejak tahun 2012 melayani bersama di Tim Pelayanan Remaja Imawa. Tahun ini 6 trofi boleh kami raih dalam kegiatan Pesta Seni Remaja Sinode GMIM,” katanya memulai pembicaraan dengan manadopedia.

Dia menuturkan, anak-anak yang diasuhnya merupakan generasi muda yang luar biasa.

“Mereka bukanlah anak-anak remaja yang hanya berlatih jika ada lomba atau kegiatan seremoni. Tapi mereka selalu melayani Tuhan setiap saat dengan luar biasa,” katanya.

Kata Ivrly, remaja Imawa tidak hanya dilatih dan dibimbing untuk menjadi anak-anak yang berprestasi, tetapi juga untuk menjadi remaja yg bersaksi tentang kemuliaan Tuhan.

Ivrly menjelaskan cara dia untuk membuat anak asuhnya berprestasi. Menurutnya, mereka diajak untuk berkarya, bukan hanya di kegiatan atau perlombaan.

“Mereka selalu diingatkan bahwa prestasi bukanlah sekadar meraih trofi ataupun sertifikat. Prestasi adalah di saat kita menginspirasi orang lain untuk berprestasi dan bersaksi tentang Tuhan, dengan kerendahan hati,” jelasnya.

Menurutnya, semua akan terasa mudah jika pembina remaja mau terus mendampingi dan berkorban. Tambah dia, visi dan misi pelayanan bukan sebatas karya saat lomba seremonial.

“Ini akan sangat sulit dilakukan jika terlalu banyak kekuatiran dalam hati dan terlalu banyak ketakutan dalam pikiran, apalagi masalah materi,” katanya.

Dia mengakui, beberapa teman kerap bertanya berapa upah yang diterima untuk mendampingi remaja asuhannya.

“Saya hanya tersenyum. Saya tidak pernah meminta sepeser pun dari pelayanan ini untuk memenuhi kebutuhanku,” tambahnya.

Baca juga: Pendeta Henriette Kaget Disambut Jemaah Masjid Manado

Dia menegaskan, prestasi yang diraih bukan untuk membanggakan diri sendiri apalagi menyombongkannya. Semua itu karena campur tangan Tuhan dan dukungan orang-orang sekitar.

“Pelayanan itu tentang diri sendiri, Tuhan dan sesama. Ingatlah, keberhasilan sebuah pelayanan adalah jika hal itu membuat orang-orang memuji Tuhan, bukan memuji dirimu,” tutupnya.

Penulis: Lala Nvidia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed