oleh

Satu Kebohongan Harus Ditutup dengan Kebohongan Lain

Kepolisian Polda Metro Jaya mengamankan Ratna Sarumpaet di bandara Soekarno-Hatta sesaat sebelum lepas landas dalam pesawat menuju Turki, Kamis (4/10/2018).

Sarumpaet diketahui akan menuju ke Santiago Cile dan transit melalui Bandara Istambul Turki dan Sao Paolo Brazil dari tiket yang dimiliki.

Pihak kepolisian dalam keterangan mengaku bergerak cepat dan tak ingin kecolongan seperti kasus Rizieq Shihab dalam penegakan hukum. Sarumpaet langsung ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong.

Belum jelas agenda yang Sarumpaet di Cile. Ada informasi, dia akan menghadiri Women Playrights International (WPI) Conference 2018. Dari pengakuan stafnya, Sarumpaet dikirim Pemerintahan DKI Jakarta pimpinan Anies Baswedan.

Dari penelusuran, ada nama Sarumpaet dalam daftar undangan kegiatan yang akan dilaksanakan 7-12 Oktober tersebut. Dugaan lain, dia akan melakukan pengobatan terkait operasi plastiknya.

Banyak pihak juga menduga, penerbangan ke Cile sebagai upaya melarikan diri dan menghindari proses hukum di Indonesia. Profesor Romli Atmasasmita dalam cuitannya, menjelaskan negara Cile tidak mempunyai perjanjian ekstradisi dengan pemerintahan Indonesia.

Penangkapan Ratna Sarumpaet jelas akan membuka babak baru kasus ini. Sebelumnya, dia sudah mengaku melakukan kebohongan tekait ‘ilusi penganiayaan’. Hal itu menyebabkan Sarumpaet didepak dari Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo-Sandiaga.

Sas sus alasan dan tujuan Sarumpaet ke Cile, jelas membuat publik menunggu sebuah kebenaran. Penyelidikan pihak kepolisian akan membuka seterang-terangnya kasus ini, termasuk pihak yang terkait di dalamnya.

Jika terbukti berniat melarikan diri, Sarumpaet akan menanggung semua konsekwensinya. Permintaan maafnya akan disebut sebagai sandiwara belaka, tak benar sebagai sebuah penyesalan dan pertobatan. Satu kebohongan harus ditutup dengan kebohongan lain.

Lebih dalam, publik akan menduga ada hal besar yang disembunyikan sehingga harus menghindari pihak kepolisian. Apalagi, sekarang mantan-rekan-rekannya sudah meninggalkannya dan terkesan cuci tangan. Tanpa ampun mereka memblokir Sarumpaet dari daftar teman, lalu menghujat dan mengutuknya.

Baca juga: Karena Nila Setitik Rusak Susu Satu Pabrik

Publik menyerahkan proses hukumnya kepada pihak kepolisian. Dengan laporan terkait sejumlah tokoh dan pejabat publik, kasus ini punya magnet tersendiri, melebihi kasus ‘Tiang listrik dan bakpao’.

Benarkah ini hanya dilakukan Sarumpaet seorang diri berdasar bisikan setan versinya? atau ada pihak lain yang turut merencanakan demi menjatuhkan wibawa pemerintah?

Semua akan tersibak terang benderang pada waktunya…

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed