oleh

Karena Nila Setitik Rusak Susu Satu Pabrik

Pengakuan jujur nan mengejutkan dari Ratna Sarumpaet langsung membuat dunia politik Indonesia berguncang hebat.

Ratna Sarumpaet yang sebelumnya mengaku dianiaya di Bandara Husain Sastranegara Bandung, berputar 540 derajat. Kini dia mengakui dari lubuk hati paling dalam sudah membuat kebohongan besar.

Wajahnya bengkak karena pengaruh operasi plastik yang dijalaninya di sebuah klinik kecantikan.

Pengakuan tersebut langsung membuat Ratna Sarumpaet menjadi sasaran tembak. Kini tak ada lagi pihak yang membelanya. Sejumlah tokoh yang sebelumnya ngotot membela Sarumpaet, kini berbalik menghujat bahkan mengutuknya.

Tak terhitung sumpah serapah buat aktivis perempuan ini. Sarumpaet yang sebelumnya identik dengan kaum oposisi, kini dikucilkan bahkan akan dilaporkan ke pihak kepolisian mantan rekan-rekannya.

Sarumpaet bahkan sudah dikeluarkan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia yang sebelumnya disebut sebagai Tjut Nyak Dien masa kini, dalam hitungan jam langsung dianggap tak lebih berharga dari kotoran hewan.

Itulah politik, Sarumpaet dianggap telah melakukan tindakan hina, sehina-hinanya dalam waktu yang tidak tepat. Dalam momentum pencarian dukungan dan simpati, Sarumpaet dianggap merusak segalanya.

Hanya karena seorang Ratna Sarumpaet, elektabilitas dan tingkat simpatik publik untuk pasangan Prabowo-Sandi langsung menukik tajam. Sejumlah program dan strategi langsung buyar berantakan. Karena nila setitik rusak susu satu pabrik.

Jalan tercepat namun belum tentu terbaik, Ratna langsung diamputasi. Dia kini dianggap sebagai perusak nama baik kubu Prabowo-Sandi.

Bagi pendukung Jokowi-Maruf Amin, hal ini tentunya memberikan angin segar dan amunisi baru untuk menghantam kubu rival. Namun, tak elok turut menari di atas gendang penderitaan orang lain.

Dari sisi kemanusiaan, seorang Ratna Sarumpaet kini berada di titik terbawah dalam hidupnya. Sejumlah meme yang bertebaran begitu sangat melukai ibunda Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto ini.

Pastilah, para anggota keluarganya terluka melihat ibu dan neneknya dipermalukan tanpa belas kasih.

Banyak pihak menilai, hal ini pantas didapatkan Sarumpaet karena akumulasi ulahnya. Sejumlah kritikan pedas mengarah fitnah tanpa dasar yang berulangkali diperbuat, kini mendapat tulahnya.

Namun satu hal yang patut dipuji, Ratna Sarumpaet sudah dengan kesatria mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dengan gagahnya dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Dia tahu risikonya bakal sasaran bully, namun langkah itu tetap dipilihnya. Hal yang tak mampu dilakukan semua orang, bahkan seorang lelaki yang tampak begitu gagah.

Mungkin kini Ratna Sarumpaet sedang menyendiri dan tak akan mau diganggu hingga beberapa hari ke depan. Dia mungkin tak sanggup membuka media sosial atau melihat pemberitaan tentang dirinya lagi.

Baca juga: Kampanye Gratis Jokowi Vs Hoax Ratna Sarumpaet

Mungkin dalam pikiran tenangnya, dia akan mulai mengetahui siapa teman siapa musuh sesungguhnya. Dia mungkin juga akan tersadar siapa pihak yang hanya mempergunakannya.

Ketika semua teman-teman meninggalkannya di saat terpuruk, Sarumpaet mungkin akan belajar hal terbesar. Dalam politik tak ada kawan abadi. Kini mereka yang dulunya mengaku kawan berubah menjadi lawan tanpa belas kasih.

Bisa jadi juga, lawan yang selama ini terus difitnah akan datang menguatkan, memaafkan dan mengulurkan tangan untuk menjadi sahabat.

Wallahu Alam…

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

News Feed