oleh

Lumentut ke Nasdem, Korupsi Bantuan Banjir Trending Topic

Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara yang juga menjabat Walikota Manado, Godbless Sofcar Vicky Lumentut resmi diberhentikan secara tidak hormat dari kepengurusan Partai Demokrat.

Lumentut memilih bergabung dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dalam kegiatan Pembekalan Calon Legislatif Partai Nasdem Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (27/9/2018).

Keputusan tersebut membuat DPP Partai Demokrat berang, mereka menganggap Lumentut berkhianat karena masih sempat mengikuti HUT PD ke-17 sekaligus konsolidasi seluruh Ketua DPD PD, Senin (17/9/2018).

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jendral Partai Demokrat Hinca Panjaitan menduga, Lumentut sedang mencari perlindungan politik terkait kasus hukum yang menderanya.

Panjaitan bahkan membeber fakta jika Lumentut kini sudah dua kali dipanggil pihak Kejaksaan Agung, sebagai saksi atas dugaan tindak pidana korupsi bantuan banjir tahun 2014.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arif bahkan lebih vulgar menyebut Lumentut meminta perlindungan Jaksa Agung yang merupakan mantan kader Partai Nasdem. Dia menuding Jaksa Agung HM Prasetyo melakukan penyalahgunaan kekuasaan terkait hal tersebut.

Presiden VI RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turut menyampaikan kekecewaan terhadap pengkhianatan Lumentut. SBY juga meminta maaf jika pernyataan Andi Arif (AA) membuat presiden dan jaksa agung tidak nyaman.

Baca juga: Bupati Cantik Panambunan Tinggalkan Prabowo Subianto

Baca juga: Tinggalkan Gerindra Masuk Nasdem, Panambunan Berlindung ke Jaksa Agung?

Diketahui, HM Prasetyo sebelum menjabat Jaksa Agung merupakan kader Partai Nasdem.

Sejak terpilih Jaksa Agung HM Prasetyo berulangkali menegaskan sudah meninggalkan Partai Nasdem dan akan bersikap profesional sebagai seorang penegak hukum.

Informasi dan fakta yang dibuka DPP Partai Demokrat sontak langsung menjadi trending topic pembahasan Warga Kota Manado. Mulai dari perkantoran hingga warung kopi semua mempertanyakan kebenaran kabar tersebut.

Muncul perdebatan pro kontra terkait informasi tersebut. Ada pihak yang tak percaya walikota kesayangan mereka, terlibat kasus korupsi.

“Pak Vicky (Lumentut) orang yang punya integritas, saya seribu persen tak percaya. Itu hanya fitnah di tahun politik,” kata Stenly Manorek, warga Manado.

Kubu lain menilai, jika itu benar terjadi tentunya sangat melukai warga Manado, apalagi yang diselewengkan adalah dana bantuan bencana alam.

“Semua kemungkinan bisa terjadi. Jika itu benar (walikota korupsi) harus dihukum seberat-beratnya. Masyarakat sedang kesusahan ditimpa bencana, malah pemimpin justru mengambil keuntungan pribadi. Sangat Keterlaluan. Kita lihat kebenaran nanti,” kata Bobby Langi, warga Manado lain.

Diketahui, banjir bandang melanda Kota Manado pada 15 januari 2014. Saat itu banjir Kota Manado berbarengan dengan banjir di tiga daerah lain yakni Minahasa Utara, Tomohon dan Minahasa. Hampir 100 ribu rumah warga terdampak banjir. Wilayah terparah, air bahkan mencapai atap rumah.

Banjir tersebut juga disertai bencana tanah longsor. Setidaknya tercatat 19 orang tewas akibat bencana tersebut. Kerugian material ditaksir hampir 2 triliun rupiah.

Lebih dari dua pekan Kota Manado lumpuh total tanpa listrik, dengan bau menyengat serta puing dan lumpur di mana-mana.

Beruntung waktu itu, budaya Mapalus warga Sulawesi Utara membuat kondisi bisa pulih dalam waktu tiga bulan. Warga dari daerah tetangga yang tidak terkena musibah datang turut membersihkan Kota Manado.

Tim SAR, TNI-POLRI, Pramuka, PMI dan semua pihak terkait juga bahu-membahu bersama masyarakat membuat Manado kembali normal.

Sejumlah bantuan datang dari pemerintah dan pihak swasta. Mulai dari makanan, pakaian, obat-obatan hingga uang perbaikan rumah dan infrastruktur.

Penulis: Efge Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed