oleh

Pengantin 85 Tahun dan 21 Tahun Ikut Nikah Massal

Peserta berusia 85 tahun turut menjadi pasangan dalam pernikahan massal yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bolmong, Iswan Gonibala. Menurutnya, nikah massal ini  diikuti sebanyak 183 pasangan. Kata dia, peserta tertua berusia 85 tahun sedangkan pengantin termuda berusia 21 tahun.

Tercatat ada 183 pasangan pengantin yang ikut dalam nikah massal, yang digelar di Desa Kembang Merta Kecamatan Dumoga Timur, Bolmong, Selasa (18/9/2018).

Gonibala mengatakan, nikah massal ini adalah program Pemkab, yang rutin digelar setiap tahunnya.

Ini dimaksudkan, supaya masyarakat yang belum memiliki legalitas perkawinan bisa diresmikan. Ini juga merupakan mengoptimalkan pelayanan dan kepemilikan dokumen berupa akta perkawinan, melalui pencatatan perkawinan.

“Masyarakat di sini sangat antusias. Program ini memang sudah ditunggu oleh pasangan yang belum resmi, mereka kelihatan bahagia setelah resmi menikah,” ucapnya.

Gonibala menambahkan, banyak pasangan yang ternyata sudah tinggal serumah namun belum nikah resmi secara sah. Hal itu menurutnya tentunya melawan hukum.

“Usai melakukan pencatatan perkawinan, semua pasangan langsung menerima akta nikah dari Disdukcapil Bolmong,” jelasnya.

Diketahui, nikah massal merupakan salah satu program yang dinantikan oleh wasyarakat. Karena mereka bisa meresmikan status mereka tanpa mengleuarkan biaya besar.

Pasangan Randy dan Maya terlihat sangat bahagia ketika menerima surat nikah dari Disdukcapil. Senyuman mereka melebar dan tak henti setelah memegang buku nikah tersebut.

Kepada media, Maya sumringah mengutarakan kebahagiaanya karena akhirnya bisa resmi menjadi suami isteri bersama kekasihnya yang sudah lama tinggal bersama.

“Aduh saya gugup nih, perasaan saya sangat senang sekali. Sangat, sangat bahagia. Setelah sekian lama mengunggu akhirnya resmi juga,” kata Maya yang mengaku sudah tinggal bersama kekasihnya selama 3 tahun.

Maya yang saat ini bekerja sebagai karyawan swasta di Bolmong, kini tidak perlu khawatir lagi. Dia sudah secara resmi dinikahi oleh pasangannya.

Baca juga: Nikah Massal, 100 Pasangan Resmi Jadi Pasutri

Baca juga: Pernikahan Fenomenal Oma Martha Tuai Prahara

Diketahui, Tahun 2017 lalu, Pemkab Bolmong berhasil melaksanakan nikah massal sebanyak delapan kali.

Peserta nikah massal terbanyak tahun lalu, dilaksanakan di Lolak tanggal 28 November 2017 yang diikuti lebih dari 200 pasangan. Rencananya nikah massal akan digelar kembali oleh Pemkab, setelah menunggu keputusan dari Bupati.

Penulis : Dax Timpal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed