oleh

Unsrat Dihebohkan Isu Dosen Mesum

Belum seminggu kasus jual beli nilai yang terjadi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sam Ratulangi meredup,  kini muncul isu tak sedap lainnya.

Kali ini Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat diterpa isu adanya dosen mesum.

Dikabarkan, ada oknum dosen menawarkan nilai bagus kepada mahasiswi dengan konsekwensi yang tidak pantas. Mahasiswi diminta melakukan hal tak senonoh untuk memuaskan sang dosen.

Bahkan, oknum dosen disebut akan memberikan nilai A bagi mahasiswi asalkan mau memberikan servis lebih.

Kasus ini bermula dari pengakuan beberapa mahasiswi FKM Unsrat. Rumor itu berkembang cepat hingga ke telinga petinggi fakultas berciri khas warna ungu ini.

Beberapa mahasiswi yang meminta namanya disimpan mengaku menjadi target oknum dosen mesum tersebut. Parahnya, mahasiswi diancam akan diberi nilai E alias tidak lulus mata kuliah, bila tidak memenuhi permintaan oknum dosen.

Wakil Dekan III FKM, Bidang Kemahasiswaan, Paul Kawatu kepada media mengaku sudah mendengar sas sus tentang perilaku oknum dosen tersebut. Dia mengatakan isu tersebut sangat mencoreng nama fakultas dan universitas, jika benar terjadi.

Dia berjanji akan mengusut kebenaran kabar yang menjadi pembahasan utama di Manado tersebut. Kawatu juga mengatakan akan membentuk tim untuk menyelidiki kebenaran isu dosen mesum.

Dari data Bidang Kemahasiswaan FKM Unsrat, mahasiswa di kampus ini lebih banyak wanita daripada pria. Perbandingannya sangat signifikan, yakni satu berbanding empat.

Tokoh pemuda Asal Sulut, Jelly Wensy Siwy menanggapi hal tersebut berang dengan kelakuan tokoh pendidik tersebut. Menurutnya, jika benar terjadi, hal itu menjadi preseden buruk dunia pendidikan Sulut.

“Unsrat harus tegas mengusut hal ini. Dosen harusnya menjadi pendidik dan pengayom mahasiswa dan mahasiswi agar bisa menjadi generasi hebat. Ini malah merusak mental dan masa depan generasi muda,” katanya dengan nada tinggi.

Dia meminta pihak kepolisian juga untuk segera jemput bola kasus ini. Para korban menurut Siwy harus segera melaporkan kejadian tersebut, agar tidak ada lagi mahasiswi lain menjadi korban. Ini juga menurutnya, tidak boleh terjadi di tempat lain.

“Para mahasiswi yang menjadi korban termasuk yang diancam untuk segera melapor, jangan takut. Sebagai alumni saya tak ingin melihat nama Unsrat rusak hanya karena ulah oknum dosen mesum tersebut,” tegas calon anggota DPRD Sulut tersebut.

Penulis : Emmanuel Athlon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed